Nasional

Umat Lintas Agama Doakan Gus Dur di Gereja

Kirim doa diikuti ratusan orang dari berbagai eleman agama seperti Islam, Kristen, Buddha

Jum'at, 31 Desember 2010, 00:09 WIB
Arfi Bambani Amri
Inayah, putri bungsu Gus Dur, menyalakan lilin mengenang bapaknya (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Mengenang setahun wafatnya KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), malam ini ratusan umat lintas agama menggelar doa bersama dengan tajuk 'Gus Dur Memorial Lecture'.

Peringatan meninggalnya 'Bapak Pluralisme Indonesia' tersebut digelar di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan Aditiyawarman, Jombang.

"Acara dimulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB," kata Ketua Panitia Aan Anshori yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBH NU) kepada VIVAnews Kamis, 30 Desember 2010.

Dijelaskan, kirim doa tersebut diikuti ratusan orang dari berbagai eleman agama seperti Islam, Kristen, Hindu, Buddha dan Aliran Kepercayaan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GKJW Surabaya Barat, Pendeta Sunardi. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan doa secara maraton dari berbagai agama secara bergantian.

"Pertama pembacaan Yasin dan Tahlil disambung dengan doa dari agama Kristen, Hindu, Buddha dan Aliran kepercayaan. Semua ditujukan untuk Gus Dur," kata Aan.

Usai doa bersama kemudian diselingi pembacaan orasi kebudayaan 'Pembelaan Gus Dur Terhadap Minoritas' yang dibawakan oleh Pendeta Simon Filantropa, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jatim.

Pembacaan orasi menggambarkan kegigihan dan ketabahan perjuangan Gus Dur dalam memperjuangkan dan melindungi kaum minoritas. Di contohkan, saat mantan presiden itu mengeluarkan kebijakan untuk mengakui keberadaan warga China dengan Kong Hu Chu-nya sebagai agama dan keyakinan.

"Konkretnya, seperti yang kita ketahui, Hari Raya Imlek yang juga ditetapkannya sebagai hari libur nasional," katanya.

Dengan pelaksanaan acara tersebut diharapkan sikap dan perilaku yang dilakukan Gus Dur dapat ditiru oleh presiden lainnya di Indonesia. Tujuannya, agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap kaum minoritas dan kepada siapapun.

Laporan Tudji Martudji | Surabaya



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sabar-
02/03/2011
betul tuh..sebagai mantan presiden indonesia harus tetap di kenang.... kita juga lupa pengabdiannya atas indonesia....
Balas   • Laporkan
xxx
01/03/2011
Gitu aja ko repot....
Balas   • Laporkan
Gregorious Aris Buntarman
28/02/2011
Kami sering memberi Gus Dur buku terbitan terbaru kami ke beliau ketika berkantor di Jln.Keramat Raya Jkt. Satu buku (nonfiksi) dibaca habis hanya dlm waktu kurang 3 hari. Kalau baca, jarak pandangan mata sekitar 10 cm. saja. Pemimpin hebat. Menyenangkan
Balas   • Laporkan
lotju
22/02/2011
Orang yang berjiwa besar akan selalu dikenang oleh semua orang...Gusdur di hati orang2 yang mengenal sosok beliau akan tetap hidup,,meskipun raga telah tiada...di hati saya pribadi pun akan selalu mengenang sosok sang Pluralis...I LOVE GUSDUR
Balas   • Laporkan
fuzhafu
22/02/2011
buakakaka......aku kudu ngguyuuuu banget baca komen temen2.....jadi ada ide nih...........
Balas   • Laporkan
vandella
22/02/2011
Emang do'a2 mereka diterima ????
Balas   • Laporkan
nerorosso19 | 02/03/2011 | Laporkan
bener furians.
furians | 02/03/2011 | Laporkan
Tanyain dulu doa lu diterima gak? dikabulkan ato tidak urusan Doa tu urusan Tuhan, kita cuman berusaha. Begitu juga masuk surga/ neraka.
nerorosso19 | 02/03/2011 | Laporkan
saya orang islam. sebagai manusia saya minta maaf bila yang non islam dilecehkan ajarannya. setau saya islam itu rahmat untuk seluruh alam, bukan hanya untuk orang islam.
necrokid
21/02/2011
ini ciri Beliau udah membuktikan kalau Islam itu lembut... Islam itu saling menghargai satu sama lain :D
Balas   • Laporkan
zack2hot | 23/02/2011 | Laporkan
preeeet....
necrokid | 21/02/2011 | Laporkan
makanya seluruh Agama di Indonesia menyukai beliau :)
tetsugan
18/02/2011
saya agak merinding juga membaca artikel ini, betapa istimewanya seseorang yang sudah meninggal namun beliau masih di kenang dan di ingat oleh masyarakat luas, bukan dengan 1 agama yakni berbagai agama. dan itu menandakan keistimewaannya
Balas   • Laporkan
zack2hot | 28/02/2011 | Laporkan
Bukannya gusdur yg atheis??
chikadizy | 26/02/2011 | Laporkan
zack2hot itu atheis ya??
zack2hot | 23/02/2011 | Laporkan
Merinding... ? Hahaha.... kebnykn ntn film horor sih lu. Wkwkwk...
asis
31/12/2010
GOD BLESS YOU GUS DUR!!!!!!
Balas   • Laporkan
zack2hot | 28/02/2011 | Laporkan
Maaf y g semua org mencintai (wuueks) gusdur, yg mencintai ya cm org2 yg g ngerti apa2 aja. Cinta buta.
accen
31/12/2010
orang ninggal mah urusan Sang Pencipta . . Pak SBY dan segenap jajarannya noh di doain!!
Balas   • Laporkan
cincau | 18/02/2011 | Laporkan
baca dulu, baru komen. ente bahlul. namanya juga mengenang
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ