Nasional

Aksi Tato Untuk Keistimewaan Yogyakarta

Mereka mentatto tubuh mereka dengan gambar keraton dan Puro Pakualaman.

Minggu, 19 Desember 2010, 15:31 WIB
Arry Anggadha
Aksi tato untuk keistimewaan Yogyakarta  

VIVAnews - Dukungan terhadap keistimewaan Yogyakarta diwujudkan dalam berbagai bentuk. Sekelompok anak muda Yogyakarta, menunjukkan aksinya dengan menggelar aksi di depan Benteng Varderburg.

Aksi dengan tema Solidaritas Tatto Indonesia untuk keistimewaan Yogyakarta ini adalah sebagai bentuk dukungan atas keistimewaan Yogyakarta. Java Tattoo Club Yogyakarta menggelar aksi mentatto tubuh mereka dengan gambar keraton dan Puro Pakualaman.

Sapto Raharjo yang akrab disapa Atong sebagai Presiden Java Tatto Club mengatakan, acara ini adalah sebagai wujud kepedulian seniman atas keistimewaan Yogyakarta. "Kami berharap keistimewaan tetap dipertahankan. Karena Yogya adalah multikultur," kata Atong, Minggu 19 Desember 2010.

Widi Hasto, Pimpinan Gerakan Rakyat Mataram mengatakan, acara ini merupakan aksi solidaritas seniman tatto atas keistimewaan dan mereka mengekspresikan dukungan keistimewaan dengan cara seperti ini. "Karena mereka nyaman tinggal di Jogja," ujarnya.

Sementara itu, Maria model tatto yang datang dari Magelang, menyatakan "Saya mendukung keistimewaan Yogyakarta dan penetapan dengan menatto tubuh saya dengan lambang Keraton."

Selain itu, Yogi salah satu model yang di Tatto juga menyatakan dukungannya kepada keistimewaan Yogyakarta. "Keistimewaan Jogja adalah harga mati," ujarnya.

Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ahmadhogja
21/12/2010
apapun bentuk aksinya, merupakan bentuk dukungan terhadap apa yang sudah berjalan semestinya di jogja, kenapa pada gatel ngotak atik jogja yang sudah adem ayem, gubernur dan wakil secara otomatis dijabat oleh sultan dan paku alam titik
Balas   • Laporkan
komeng3
21/12/2010
semoga perjuangan saudara2ku di jogja tetap fokus dan lurus
Balas   • Laporkan
mafia
21/12/2010
say not to demokrat & sby lebay...
Balas   • Laporkan
Den Penyo
21/12/2010
meski gak ikutan di Tatto, tapi secara pribadi kawulo ikut nge-dukung untuk Keistimewaan Yogyakarta. Salut buat all braders.... :)
Balas   • Laporkan
balonbalon
20/12/2010
Sebenernya siapa yang memaksa siapa yah??.. jadi bingung.... Jogja memaksa diri tetap jadi Istimewa dibanding yang lain.... Pemerintah memaksa untuk memberlakukan semua wilayah sama ... waduuu....
Balas   • Laporkan
Heru Budy
20/12/2010
Salutttttttttt........ 2 thumbs 4 Jogja's younger.
Balas   • Laporkan
Buto Ijo
20/12/2010
Aku setuju kalau kepala pemerintahan/Gubernur dipilih secara demokratis sesuai amanat UUD, dan cara ini telah berhasil di dunia yang negaranya ada Radja tetap eksis sepanjang jaman, misalnya Thailan, Malaysia, Belanda, Inggris, Monaco dll. Merdeka ....
Balas   • Laporkan
ahmadhogja | 21/12/2010 | Laporkan
ini jogja bung!!!, jangan banding bandingkan
Buto Ijo
20/12/2010
Aku setuju kalau kepala pemerintahan/Gubernur dipilih secara demokratis sesuai amanat UUD, dan cara ini telah berhasil di dunia yang negaranya ada Radja tetap eksis sepanjang jaman, misalnya Thailan, Malaysia, Belanda, Inggris, Monaco dll. Merdeka ....
Balas   • Laporkan
Hadi Setiadi
20/12/2010
Wah kalau ini cara-cara preman dong bukan PKI. Seharusnya SULTAN X sadar melanggengkan kekuasaan selalu akan membuat rakyat menderita.
Balas   • Laporkan
ahmadhogja | 21/12/2010 | Laporkan
yang ngomong preman ya, jangan sok komentar soal jogja klo tdk tahu jogja
harso | 21/12/2010 | Laporkan
Syukurlah kalau dengan cara itu saudara puas. Tapi itu bukan cermin wong JOGJA yang dikenal terpelajar. AKU MALU SEBAGAI WONG JOGJA.
hiphopdiningrat | 21/12/2010 | Laporkan
kami rakyat jogja tidak menderita dan merasa dibungkam oleh pihak manapun
poerpurnomo
20/12/2010
tak ada manfaatnya bagi rakyat..........apakah dengan tato rakyat bisa makan kenyang.........
Balas   • Laporkan
sijek | 20/12/2010 | Laporkan
Betul Say No to DEMOKRAT
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ