VIVAnews - Perwakilan keluarga Achmad Bakrie, Aburizal Bakrie mengatakan Bakrie Microfinance Indonesia (BMF) didirikan untuk memberdayakan masyarakat. Untuk itu, lembaga keuangan mikro yang dibangun Kelompok Usaha Bakrie ini tidak bertujuan mencari untung dari kegiatannya.
"Kami tidak mengambil untung satu sen pun. Keuntungan bukan untuk perusahaan, tapi diputar bagi masyarakat," kata Ical, sapaan Aburizal Bakrie, saat peluncuran BMF di Desa Kalangsari, Karawang, Jawa Barat, Rabu, 15 Desember 2010.
Ical menuturkan, BMF juga bukan merupakan kegiatan amal yang membagi-bagikan bantuan. Namun, lembaga ini memberikan kredit mikro tanpa agunan pada keluarga pra sejahtera agar punya modal untuk usaha. "Ini bukan charity, tetapi pemberdayaan masyarakat agar mandiri," ujarnya.
Menurut Ical, sistem BMF ini seperti Grameen Bank. Jadi, semangatnya memberdayakan, bukan sekadar membantu. Ia juga mengungkapkan bahwa hal ini terinspirasi oleh pesan pendiri Kelompok Usaha Bakrie, yakni Achmad Bakrie.
"Seperti pesan Ayah saya, setiap sen yang dihasilkan perusahaan Bakrie harus bermanfaat untuk rakyat banyak," kata dia.
Kredit BMF diberikan sebesar Rp1juta per orang yang dikelola oleh kelompok. Penerimanya dikhususkan kaum perempuan atau ibu-ibu, karena dinilai bisa mengelola uang dengan baik.
"Dengan modal itu, nanti bisa membuat usaha kecil yang hasilnya bisa untuk meningkatkan taraf hidup. Sebagian untuk mengangsur. Jika angsuran lancar dan nasabah tertib maka pinjaman akan ditingkatkan 20 persen," tuturnya.
Acara peluncuran yang digelar di Lapangan Batalyon Linud 305 itu merupakan pertama BMF secara nasional. Selanjutnya, BMF akan membuka kegiatan serupa di daerah-daerah lainnya. Hadir dalam kesempatan itu tiga generasi keluarga Bakrie, eksekutif Kelompok Usaha Bakrie, hingga petinggi Partai Golkar.
Dalam kesempatan itu, Ical dan keluarga Bakrie juga memberikan secara simbolis kredit untuk lima orang. Kredit itu mewakili 1.000 penerima di daerah tersebut.
Kegiatan itu juga diisi dengan acara tanya jawab antara Ical dan para hadirin yang kebanyakan merupakan ibu-ibu penerima kredit. Mereka tampak antusias bertanya kepada Ical mengenai berbagai hal. Di antaranya mengenai apakah mereka juga diberikan pelatihan dan penyuluhan selain kredit.
Menjawab itu, Ical mengatakan bahwa penyuluhan akan dilakukan terkait usaha, keuangan, maupun lainnya yang berguna bagi ibu-ibu seperti soal kesehatan.
"Pasti Bu, kami sudah siapkan. Penyuluhan seperti soal kesehatan ibu itu penting, karena angka kematian ibu melahirkan juga masih tinggi. Kami juga akan berikan penyuluhan mengenai kesehatan lainnya, dan hal-hal lain yang ibu perlukan," ujarnya.
Selain itu, ada ibu penerima kredit yang menilai sangat terbantu dengan BMF. Dia pun bertanya apakah BMF akan dibuka di wilayah lain, di mana saudaranya juga ingin memperoleh kredit serupa. "Kami Insya Allah akan buka di seluruh Indonesia," tutur Ical. (art)
Laporan: Dian Widiyanarko