Nasional

Meresahkan, Infotainment Silet Dibekukan KPI

KPI menerima seribu laporan lebih atas tayangan Silet pada 7 November 2010.

Senin, 8 November 2010, 18:59 WIB
Arfi Bambani Amri, Ajeng Mustika Triyanti
Hindari Letusan Merapi (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

VIVAnews - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan program Silet sementara waktu. Komisi menilai Silet memberikan informasi yang membuat kepanikan warga dan menambah beban korban bencana.

Hal ini disampaikan Dadang Rahmat Hidayat sebagai Ketua KPI  Senin 8 November 2010 dalam pertemuan bersama Dewan Pers dan pihak media terkait pemberitaan mengenai bencana yang menimpa Indonesia akhir-akhir ini mulai dari Wasior, Mentawai dan letusan gunung Merapi.

"Kami sudah keluarkan teguran terhadap program Silet untuk menghentikan program sementara waktu sampai Pemerintah mencabut status siaga di Merapi," kata Dadang.

Silet dinilai terbukti menimbulkan keresahan terhadap masyarakat. Dalam tayangan pada 7 November 2010. Saat itu diinformasikan bahwa akan terjadi ledakan Merapi pada 7 dan 8 November 2010.

Akibat pemberitaan ini, sebanyak 550 warga Muntilan berbondong-bondong pindah secara eksodus ke Nanggulan. "Kami betul-betul menghargai masyarakat khususnya Jogja yang terkena imbas tayangan ini. Sejak kemarin KPI telah menerima sebanyak 1.128 aduan terkait penayangan program tersebut," kata Dadang.

Rencana penghentian penayangan program Silet ini diminta KPI efektif mulai Selasa 9 November 2010 besok. Sementara untuk tayangan berita, Komisi akan terus memantau. "Jika ditemukan pelanggaran akan dikoordinasikan bersama Dewan Pers," ujar Dadang.

Dalam konteks berbeda, Pemimpin Redaksi RCTI Arief Suditomo enggan memberikan komentar langsung atas sanksi KPI terhadap Silet. Soalnya, kata Arief, dia tak punya kaitan proses produksi dengan tayangan karya rumah produksi Indigo itu.

"Editorial policy kami tentu sangat berbeda, semua penonton setia kami pasti tahu bedanya," ujarnya. Arief juga menegaskan dia tak dalam posisi memberikan pembelaan, ataupun menanggapi keputusan KPI terhadap karya rumah produksi Indigo itu.

Sebagai insan industri, Arief menambahkan, dia percaya industri kreatif harus diberi ruang cukup untuk berkreasi. "Khususnya karena ada P3SPS, maka pedoman itulah yang harus kita dijadikan referensi agar proses kreatif itu sendiri tidak berdampak buruk, apalagi meresahkan," ujarnya.

P3SPS adalah singkatan dari Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.  Sementara pihak Indigo yang membuat program Silet tak hadir dalam pertemuan ini. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Ai
18/11/2010
Hebat, selain hanya bisa menyebarkan gosip dan aib, ternyata infoTAiment bisa buat orang-orang panik juga. Dua jempol buat SILET, tapi arahnya turun.
Balas   • Laporkan
dea
17/11/2010
benar..benar...apa yang dilakukan KPi sudah benar. apa yang diberitakan Silet mmg "lebay"..banyak yabg terlalu di buat2, dan terlalu di lebih2kan.. 4 acung jempol buat KPI..
Balas   • Laporkan
L3m0n
16/11/2010
Luar biasa !!!! Bencana di negeri ini sudah dianggap 'ENTERTAINMENT' rupanya !!! Lha ... infotainment² sangat 'giat' memberitakan bencana-bencana di negeri ini dengan versi mereka sendiri.
Balas   • Laporkan
a3
15/11/2010
nggak tahu gimana perkembangannya sekarang, cuma berharap aja kalau memang silet dihentikan selamanya...harusnya jadi pelajaran juga bagi tayangan yang lain....ayo saatnya sensor dimulai.........
Balas   • Laporkan
denny
15/11/2010
hal-hal yang bersifat ramalan atau yang tidak jelas sumbernya mending tidak usah ditayangkan.
Balas   • Laporkan
zenia
15/11/2010
setuju dihapus saja bukan hanya dibekukan. nanti spt empat mata yang dibekukan terus berganti menjadi BUKAN EMOAT MATA> sama aja bo"ong!! Silet memang sudah tidak pantas ada karena beritanya selalu dibombastis-kan dan cenderung jadi berita gosip murahan.
Balas   • Laporkan
zenia
15/11/2010
setuju dihapus saja bukan hanya dibekukan. nanti spt empat mata yang dibekukan terus berganti menjadi BUKAN EMOAT MATA> sama aja bo"ong!! Silet memang sudah tidak pantas ada karena beritanya selalu dibombastis-kan dan cenderung jadi berita gosip murahan.
Balas   • Laporkan
rodi
15/11/2010
si pamer ketiak (presenter silet/feni rose) kena sayatan silet nya sendiri,hhhhhh
Balas   • Laporkan
lahuta
15/11/2010
jangan sementara waktu , bekukan seterus nya berita berita nya ga bermutu !!!!!! cuma AIB dan berita sampah!!!!
Balas   • Laporkan
kodox
15/11/2010
setujuuuuuuuu....dihapus sj,bkn cm dibekukan....toh ganti nm lain jg.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ