Nasional

Merapi Meletus Tadi Pagi, Ini Kronologinya

Letusan pertama terjadi sekitar pukul 10.03 WIB, diawali gempa ringan dan guguran material

Senin, 1 November 2010, 14:15 WIB
Elin Yunita Kristanti
Hindari Letusan Merapi (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

VIVAnews -- Letusan eksplosif Gunung Merapi kembali terjadi Senin 1 November 2010. Letusan pertama mengguncang sekitar pukul 10.03 WIB yang diawali gempa ringan dan guguran material.

Setelah itu, awan panas susul-menyusul menyembul dari puncak Merapi dengan ketinggian 1,5 kilometer.

Berdasarkan pengamatan dari ruang Monitoring aktivitas Gunung Merapi di Kantor BPPTK, Jalan Cendana, Yogyakarta, awan panas mengarah keselatan masuk, yakni sungai Gendol dan sungai Woro dengan jarak luncur sekitar 4 kilometer .

Berdasarkan pengamatan, awan panas masih susul menyusul terjadi secara periodik hingga pukul 11.40.

Sedangkan, abu vulkanik berupa asap sulfatara putih dan asap coklat pekat meluncur  vertikal ke atas dengan ketinggian sekitar 1,5 kilometer -- lalu terbawa angin yang sedang bertiup dari barat ke arah timur dan utara, ke Boyolali.

''Letusan tersebut mengindikasikan Merapi masih sangat aktif sehingga status masih Awas. Radius 10 kilometer dari puncak Merapi penduduk harus menyingkir,'' ujar R Sukhyar seperti dimuat laman Kementerian ESDM, 1 November 2010.

Beberapa menit setelah letusan pertama itu, awan panas kembali membubung dari puncak Merapi. Namun tidak diikuti kegempaan.

Ini terjadi karena kubah Merapi sudah 'terbuka'.

Dari monitoring seismograf menunjukan energi yang dikeluarkan Merapi pada letusan pukul 10.03 sebesar 224.540 RSAM Unit/1000.

Energi sebesar ini sedikit lebih kecil dibanding energi yang dikeluarkan pada hari Minggu (31/10) yang mencapai 231.821 RSAM Unit/1000.

Berikut kronologi letusan Merapi Senin pagi:

Pukul 09.47:  terjadi gempa low frequency
Pukul 09.50:  terjadi guguran kecil hingga sedang
Pukul 10.02:  terjadi guguran besar
Pukul 10.03 sampai pukul 10.05: muncul awan panaspertama
Pukul 10.05 sampai 10.08: awan panas kedua
Pukul 10.20 sampai 10.24: muncul awan panas ketiga
Pukul 10.56 sampai 10.59: muncul awan panas keempat
Pukul 11.00 sampai 10.02: awan panas kelima
Pukul 11.45: kemunculan awan panas keenam.

(umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Allifah
09/11/2010
kasihan banget yg Tinggal di sana,,, ia kehilangan Tempat tinggal dan keluarga mereka.. semoga warga di sana tetap tabah ,,,dan Tetap lah berdoa kepada ALLAH ..
Balas   • Laporkan
gusnug
09/11/2010
merapi adalah makhluk Alloh, spt kita... bisa marah dan bisa tersenyum....maka buatlah dia tersenyum dengan tidak merusak alam disekitarnya.
Balas   • Laporkan
eben
09/11/2010
Ya Allah ampunilah dosa kami, atas kelalaian kami dan kekufuran kami. ankatlah derajat kami, smoga semua ini membuat kami bisa lebih bertaqwa kpd-Mu. berilah kesabaran kpd saudara2 kami di jogja amin ya robb...
Balas   • Laporkan
tika ramadiani
09/11/2010
kasihan mereka boleh saya menolong keluarga gunung merapi.
Balas   • Laporkan
zeni
09/11/2010
semoga dengan terjadinya bencana dpt menyadarkan manusia utk tdk rakus pd harta n jabatan.krn semua itu bs hlg dgn sekejab apabla Allah menghendakiny.
Balas   • Laporkan
gusnug
09/11/2010
merapi adalah makhluk Alloh, spt kita... bisa marah dan bisa tersenyum....maka buatlah dia tersenyum dengan tidak merusak alam disekitarnya.
Balas   • Laporkan
shafie
08/11/2010
kami rakyat malaysia amat sedih dan simpati ke atas apa yang terjadi kepada saudara2 kami di sekitar merapi...semoga kalian semua tabah dan berserah kepada Allah s.w.t
Balas   • Laporkan
nyoman baktiasa
08/11/2010
kita harus menerima, ini merupakan pelajaran bagi kita semua
Balas   • Laporkan
rofi Aji pangestu
08/11/2010
semoga merapi menghentikan aksinya, Ya Alloh berilah kami kesempatan tuk beribadah kepada-MU
Balas   • Laporkan
sudiman
08/11/2010
semua yang terjadi adalah yang terbaik dari ALLAH agar semua manusia melihat kemahakuasaanNya, mari kita segera bersyukur untuk kemahakuasaan Allah yang telah menyadarkan kita dari kesombongan, kealpaan, dan kekuasaan diri.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ