Nasional

Sleman Tak Punya Badan Penanggulangan Bencana

Wakil Bupati menyatakan, 70 persen APBD saat ini untuk gaji pegawai.

Senin, 1 November 2010, 13:06 WIB
Arfi Bambani Amri
Bupati dan Wakil Bupati Sleman terpilih,Sri Purnomo (kiri) dan Yuni Satia Rahayu (Antara/ Wahyu Putro A)

VIVAnews - Kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengeluhkan koordinasi penanganan letusan gunung Merapi terutama di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sleman tidak memiliki Badan Penanggulangan Bencana sendiri, sehingga Badan Penanggulangan Bencana seperti "kepala tanpa kaki."

Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, menyatakan, meski tak memiliki badan itu, penanganan pengungsi Merapi tetap berjalan. "Meski begitu, apakah kinerja kita lebih buruk untuk penanggulangan bencana dibanding daerah lain? Dalam kondisi darurat, persiapan kami juga lebih bagus," kata Yuni di Sleman, Senin 1 November 2010.

Yuni yang baru beberapa bulan menjadi Wakil Bupati itu menyatakan, untuk membentuk badan itu, butuh anggaran. "Sedangkan 70 persen APBD kita saat ini sudah habis untuk gaji. Untuk membentuk badan tersebut, juga mempekerjakan staf baru, kelihatannya anggaran terlalu besar," katanya.

Setelah selesai mitigasi Merapi ini, Yuni menyatakan akan mempertimbangkan lagi pembentukan Badan ini. "Bagaimana kita menegosiasikan dengan pemerintah pusat, khususnya untuk masalah biaya pembentukan badan ini," katanya.

Sekarang ini, penanganan bencana Merapi ini dikoordinasikan pemerintah daerah melalui Badan Keselamatan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat.

Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana di setiap kabupaten merupakan mandat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Selain Sleman, daerah rentan bencana yang juga tak memiliki badan ini adalah DKI Jakarta, meski Gubernur Fauzi Bowo kemudian menyatakan fungsinya dipegang Dinas Pemadam Kebakaran. (hs)

Laporan Fajar Sodiq | Sleman



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
eri
02/11/2010
Pembentukan Badan kok alasannya tidak lepas dari masalah dana, tolong dong tunjukkan bentuk sukarelawan dari PNS tanpa digaji kan banyak tuh..PNS yang kerjaannya dikit.
Balas   • Laporkan
vivaindonesia
01/11/2010
Uda pada digaji pake uang rakyat koq nampak kebingungan nangani rakyat yg kena bencana... anggaran jd "black wedus" lg ujung2nya.
Balas   • Laporkan
paijo painul
01/11/2010
Yo ngene iki kondisi negara srimulat. Giliran bencana benar2 datang, kelimpungan deh semua. Sibuk cari alasan kenapa BPBD tidak dibentuk. Cuapeek deh...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ