VIVAnews -- Untuk kali keempatnya (awalnya ditulis ketiga kali, red), Gunung Merapi meletus lagi tadi pagi sekitar pukul 10.04 Waktu Indonesia Barat.
Letusan Merapi mengarah ke Barat dan Selatan menuju arah Klaten dan Boyolali.
Koordinator Radio Komunitas Lintas Merapi, Sukiman menyebutkan, dari informasi yang dikumpulkan pihaknya, luncuran yang mengarah ke Klaten menuju ke Kali Gendol.
"Dengan adanya luncuran, warga yang ada di kawasan rawan bencana III mengungsikan diri," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Senin 1 November 2010.
Dijelaskan dia, sebagian warga di lokasi tersebut belum diungsikan, kini mereka mengungsi atas inisiatif sendiri ke tempat yang aman.
Sementara, hujan abu terjadi di wilayah Klaten dan Boyolali. "Kawasan hutan di Klaten dan Boyolali ditutupi abu," kata dia.
Apakah sudah ada korban jiwa? Menurut Sukiman, belum ada informasi jatuhnya korban jiwa.
"Kami masih memantau perkembangan letusan terakhir melalui jaringan radio komunitas," tambah dia.
Sukiman mengelola Radio Komunitas Lintas Merapi yang terletak 4 kilometer dari puncak Merapi. Tepatnya, di Desa Sidorejo, Ndeles, Klaten, Jawa Tengah.
Sebelumnya Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap tak ada lagi korban jiwa akibat Merapi. "Kami berharap tidak ada korban jatuh lagi."
Merapi tercatat sudah empat kali menyemburkan material dan awan panas.
Letusan pertama terjadi pada 26 Oktober lalu, Merapi memuntahkan awan panas dan abu. Letusan Merapi merenggut 39 orang tewas termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, dan wartawan VIVAnews.com, Yuniawan Wahyu Nugroho. Yuniawan tewas saat mencoba menjemput sang penjaga Merapi.
Sementara, letusan kedua terjadi pada Sabtu 30 Oktober 2010 Merapi meletus. Letusan itu terbilang dahsyat menyebabkan ketinggian asap sampai 3,5 kilometer dan menyebabkan hujan abu sampai radius 20 kilometer.
Letusan ketiga terjadi pada Minggu 31 Oktober. (adi)
Laporan: Fajar Sodiq| Yogyakarta