Nasional

Merapi Meletus Lagi, Hujan Abu Hingga 20 Km

Suasana panik. Warga mulai masuk ke dalam barak. Para wartawan juga mencari tempat aman.

Sabtu, 30 Oktober 2010, 02:35 WIB
Ismoko Widjaya
Erupsi Gunung Merapi Yogyakarta pada Selasa 26 Oktober 2010 (Antara/ Wahyu Putro A)

VIVAnews - Gunung Merapi kembali meletus. Letusan kali ini cukup dahsyat karena hujan abu berlangsung cukup lama dan pergerakannya mencapai radius lebih dari 10 kilometer.

Menurut laporan reporter tvOne, Muhammad Mustika yang berada di Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu 30 Oktober 2010, sejak pukul 00.45 WIB terjadi hujan abu dengan letusan besar dari segala arah.

"Hujan abu keluar selama sekitar 22 menit," kata Mustika yang mendapat informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). Pengungsi dan sejumlah wartawan yang berada di Hargobinangun awalnya merasa aman.

Tapi sekitar setengah jam kemudian, abu vulkanik mulai turun di lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer. Hujan abu vulkanik juga sangat terasa di lokasi Hargobinangun.

Di lokasi ini ada sekitar 400 pengungsi. Suasana panik. Warga mulai diarahkan masuk ke dalam barak. Sedangkan sejumlah pekerja media mulai masuk ke dalam kendaraannya masing-masing dan berupaya mencari tempat aman.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
didik.s
30/10/2010
mungkin alam mulai tak bersahabat dengan kita... banyak pengrusakan alam dimana²... penambangan dlahan produktif yg semakin merajalela,,,,
Balas   • Laporkan
parjo
30/10/2010
gunung yang jaga ya kita bersama.... lestarikan alam
Balas   • Laporkan
julian
30/10/2010
ralat, di hargobinangun pengungsi bukan berjumlah 400 namun
Balas   • Laporkan
dean
30/10/2010
siapakah juru kunci gunung merapi terbaik, terpercaya&terakurat ???? a. anak keturunan mbah maridjan b. pak ponimin c. abdi dalem kraton jawaban yang benar adalah pak SURONO,(BPPPTK)BMG. Go pak Surono!! saya mendukungmu,semangat!
Balas   • Laporkan
irenaldi | 30/10/2010 | Laporkan
mbah surono bisa bekerja jika peralatan pendukung juga beres. Padahal ada kalanya hal2 yang diluar nalar juga berperan.
Budi Wiyono Onggodinoyo
30/10/2010
sementara yg di wil semeru tidur nyenyak, yg di wil merapi kembali berduka, was2 dan menghirup debu krn sulit mendapatkan masker. semoga bencana dan derita segera berlalu dan semeru pun tidak mengikuti jejak merapi.
Balas   • Laporkan
gunarto
30/10/2010
g cuma 2o km bro .....tempatku bantul paling selatan aja mpe g bisa keluar rumah ni ....mungkin ni gusti allah mw nyebar penyakit batuk/ nafas kali.....
Balas   • Laporkan
klobot
30/10/2010
Bencana alam yg terjadi beruntun belakangan ini semoga menyadarkan pemimpin - pejabat pemerintah - wakil rakyat, untuk mengubah cara pandang dan cara berkehidupan guna menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau