Nasional

Kronologi Tabrakan Maut Kereta di Pemalang

Hingga berita ini diunggah, petugas beserta masyarakat sedang melakukan evakuasi.

Sabtu, 2 Oktober 2010, 08:13 WIB
Irvan Beka
Evakuasi KA Senja Utama di Petarukan, Pemalang (ANTARA/Oky Lukmansyah)

VIVAnews - Kecelakaan Kereta Api terjadi di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Oktober 2010. Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya menabrak KA Senja Utama Jakarta-Semarang yang sedang berhenti dari belakang  sekitar pukul 03.05 WIB.

Data sementara menyebutkan kalau 22 orang tewas dalam kecelakaan ini. Mayoritas korban tewas berada di gerbong paling belakang dari Kereta Api Senja Utama.

Kondisi gerbong hancur berantakan. Hingga berita ini diunggah, petugas beserta masyarakat sedang melakukan evakuasi untuk menyelamatkan korban yang masih terperangkap.

Bagaimana peristiwa maut ini bisa terjadi. Kepala Humas Daops IV Semarang, Sapto Hartoyo, menceritaan kronologi singkat terjadinya kecelakaan yang melibatkan KA Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan KA Senja Utama Jakarta-Semarang.

Menurut dia, menjelang pukul 03.05,KA Senja Utama, berhenti di Petarukan. Kereta sedianya menunggu KA Argo Anggrek yang datang dari arah sama melintas.

"Jadi kereta Senja Utama rencananya disusul Argo Bromo Anggrek di Petarukan," ujarnya.

Memang umum terjadi, Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta eksekutif mendapat prioritas jalur dibandingkan Senja Utama yang kelas bisnis.

Saat hendak mendahului Senja Utama di Petarukan, Argo Bromo Anggrek seharusnya berada di lintasan rel yang berbeda. Tapi, saat itu Argo Bromo yang melaju dalam kecepatan tinggi berada di jalur yang sama sehingga tabrakan tak terelakkan.

Argo Bromo menabrak gerbong belakang Senja Utama sekitar pukul 03.05. "Belum diketahui pasti kenapa dua kereta itu bisa berada di jalur yang sama," ujar Sapto. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
wasit
04/10/2010
kt nya senja utm sdh parkir lm di jlur 3 sehrsnya ptgs sta sdh memindahkan wesel utk argo ke jlr 1, ternyata ini tdk, berarti ada ke lambatan kelalaian jg di ptgs stasiun. asumsi lain ada makhluk hls yg ganggu pengliahatan masinis sinyal mrh jd hijau
Balas   • Laporkan
isneniskandar
03/10/2010
kecelakaan memeng sudah takdir tapi ini untuk menjadi perhatian pemerintah supaya perlu adanya pembenahan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yg menggunakan jasa angkutan kereta api....
Balas   • Laporkan
watongbest
02/10/2010
wah memang ngeri ,masih dalam ingatanku saat tabrakan kereta di belakang rumahku di ketanggungan barat tahun 2000 dulu,...korban banyak sekali,...ini terulang lagi
Balas   • Laporkan
bambang
02/10/2010
miris..... indonesia dengan kondisi infrastruktur yang serba amburadul... rakyat makin gerah... sistem yg salah atau orangnya ?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ