VIVAnews - Lebaran kali ini menjadi momentum spesial bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa. Ia berkesempatan memberi khotbah Idul Fitri di Masjid Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat.
Mengangkat tema membaca sebagai instrumen untuk mengelaborasi ilmu pengetahuan, termasuk isi alam beserta makhluknya, Hatta berkhotbah di hadapan ratusan jemaah yang hadir. Tampak di antaranya Chairul Tanjung dan Taufiq Kiemas.
Pengalaman ini melempar kenangan Hatta pada masa-masa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Semasa kuliah, Hatta mengaku sering melakukan aktivitas serupa. "Hanya memang sekali-sekali. Saya diminta berbagi dan saling menasihati. Jadi, tidak ada sesuatu persiapan yang berlebihan. Ini mengalir saja dengan sendirinya," ujarnya.
Bermodal ilmu pengetahuan dan teknologi, ia mengajak jemaah yang hadir untuk mempersiapkan umat yang tangguh demi mengatasi perubahan zaman. "Derasnya pemikiran Barat dan arus positivisme, jika tidak diimbangi dengan nilai-nilai agama, justru akan menurunkan derajat manusia. Hal ini berujung pada malapetaka," kata Hatta.
"Seharusnya batasan-batasan antara ilmu dan agama tetap dijaga. Wahyu Allah sebagai pemandunya," kata Hatta. "Karena, penguasaan ilmu pengetahuan berbasiskan nilai-nilai agama dapat membangkitkan peradaban yang jauh dari nilai-nilai radikalisme."
Usai memberikan khotbah, Hatta menyantap hidangan ketupat sayur yang telah disiapkan sekretariat Masjid Cut Mutiah bersama sejumlah kolega dari PAN, Taufiq Kiemas, dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut RI.
"Yang penting di bulan Syawal ini, kita kembali ke fitrah. Mari kita tingkatkan kepedulian sosial, selalu berpikir positif," ujarnya di akhir acara. (ywn)