Nasional

Jamaah Naqsabandiyah Salat Ied Hari Ini

Mereka tidak menggunakan sistem perhitungan atau rukyat dengan melihat kemunculan bulan

Kamis, 9 September 2010, 09:28 WIB
Renne R.A Kawilarang, Edi Gustan
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Sejumlah umat Muslim di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menggelar Salat Ied hari ini, Kamis, 9 September 2010. Mereka adalah Jamaah Qadariyah Naqsabandiyah yang rupanya sudah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1431 H lebih dulu.

Salat Ied berlangsung di Kebon Lauk, Kelurahan Pagutan, Kota Mataram. Sebagian penduduk Kebon Lauk itu merupakan jamaah ahli suluk tarekat Qadariyah wan Naqsabandiyah.

Ibadah dipimpin oleh Tuan Guru Abdul Azim Bayinullah. Dia menjelaskan, perayaan Idul Fitri dilakukan karena sudah menyelesaikan puasa selama 30 hari penuh. Seluruh jamaah yang dipimpinnya sudah memulai puasa sejak 10 Agustus 2010 lalu.

"Dasar kami melaksanakan Lebaran hari ini karena sudah selesai menjalankan ibadah puasa. Itu sesuai dengan Hadits Quraib Rasulullah S.A.W dalam kitab Bahrul Mazi Syarah Imam At-Turmuzi," kata Abdul Azim kepada wartawan di Mataram, Kamis, 9 September 2010.

Jumlah jamaah tarekat Qodariyah wan Naqsabandiyah di lingkungan Kebon Lauk, Kelurahan Pagutan, menurut Abdul Azim mencapai seribu orang. Mereka juga tersebar di beberapa tempat seperti di Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat, Cakranegara dan beberapa tempat di Pulau Lombok.

Jamaah ini, kata pemimpin Pondok Pesantren Baitturridwan itu, tidak menggunakan sistem perhitungan atau rukyat dengan melihat kemunculan bulan dalam menentukan 1 Syawal. Meski demikian dia mengaku tidak mempermasalahkan adanya perbedaan penentuan 1 Syawal tersebut.

"Perbedaan itu kan rahmat, jadi tidak perlu diperbincangkan. Hal seperti ini juga terjadi pada zaman Rasulullah," ujar Abdul Azim.

Selain di lingkungan Kebon Lauk, perayaan Hari Raya Idul Fitri juga digelar di beberapa tempat seperti di Masjid Nurul Arifin Presak Barat, Jamah Petemon Kelurahan Pagutan Timur, Tempit,Bajur, Karang Bayan Kecamatan Labuapi dan di Desa Terong Tawah Labuapi.

Total jamaah Tarekat Qadariyah ini diperkirakan mencapai 3.000 orang yang tersebar hingga Kecamatan Narmada Lombok Barat. (Laporan: Edy Gustan, Mataram | kd)

• VIVAnews
Rating
Komentar
jack
09/09/2010
setiap perbedaan itu merupakan rahmat.jadi setiap perbedaan yg ada diindonesia merupakan keanekaraagaman dari banyaknya aliran kepercayaan ygada di indonesia bukan hanya suku bangsa,bahasa,dan adat istiadat saja.
Balas   • Laporkan
falaroux
09/09/2010
Terserah kamu mau lebaran dan sholat Ied kapan?, gak lebaran gak apa2, gak sholat juga gak apa2. itu maslah kamu sendiri. yang penting pada rukun jangan saling jotos
Balas   • Laporkan
kiki
09/09/2010
semoga Allah memberi hidayah mereka...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ