VIVAnews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan delapan isu penting yang sedang hangat di Tanah Air sekaligus menjelaskannya di Istana Negara, Rabu, 8 September 2010, malam.
Isu pertama mengenai pergantian Tentara Nasional Indonesia. Kedua, soal tulisan opini perwira menengah TNI AU, Kolonel Adjie Suradji di surat kabar yang berisi kritik terhadap kepemimpinan Presiden Yudhoyono.
Selanjutnya yang ketiga, Presiden menjelaskan rencana pergantian Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Jaksa Agung Hendarman Supandji. Isu keempat, yakni langkah penguatan Komisi Kepolisian Nasional dan Komisi Kejaksaan.
Kemudian isu kelima yang dijelaskan Kepala Negara menyangkut pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang mana saat ini Presiden telah mengajukan dua nama ke DPR. Mereka adalah Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.
Isu keenam, yaitu stabilisasi harga bahan pokok. Isu ketujuh mengenai bencana alam Gunung Sinabung sekaligus pencegahan bencana gempa bumi di masa mendatang.
Adapun isu kedelapan yaitu menyangkut kemacetan parah yang terjadi di Ibukota Jakarta. Di bagian isu ini, Presiden menjelaskan soal penentuan pusat pemerintahan yang ideal. (adi)