VIVAnews – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Nazaruddin Umar, memberi ceramah di hadapan para pemimpin redaksi media massa menyangkut pemberitaan dengan tema "Etika Pemberitaan dalam Al-Quran."
Ceramah Nazaruddin disampaikan saat acara buka puasa bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 September 2010.
Menurut Nazaruddin terdapat banyak sekali kisah dalam Al-Quran terkait pemberitaan. "Semua artinya positif. Sama seperti kata nabi, yang menurut bahasa artinya adalah pembawa berita.”
Namun, kemudian Nazaruddin mengisahkan sejumlah fakta historis yang terjadi di masa Nabi Muhammad, yang terjadi akibat salah pemberitaan. Saat itu, Aisyah, istri Nabi dikabarkan selingkuh dengan seorang sahabat bernama Sofwan.
Kemudian, kesalahan pemberitaan ini pun mendapat klarifikasi setelah Tuhan menjelaskan tentang ketidakbenaran pemberitaan itu dalam Al-Quran, surat An Nuur.
Tapi, kata Nazarudin kesalahan pemberitaan di masa itu berlanjut hingga mengakibatkan terjadinya perang Siffin antara Aisyah dan Ali bin Abi Thalib. Perang inilah yang menyebabkan terpecahnya Islam menjadi golongan Sunni dan Syiah.
"Karena itu apabila menyampaikan pemberitaan dengan benar, sama seperti pencitraan (yang diajarkan) Rasulullah, Rasul sebagai pembawa berita. Tapi kalau tidak benar dampaknya bisa besar seperti yang saya ceritakan tadi," kata Nazaruddin. (adi)