Nasional

SBY: Kritik Yang Benar Ibarat Obat

Menurut Yudhoyono, menjalankan pemerintahan tidak semudah membalik telapak tangan.

Selasa, 7 September 2010, 20:05 WIB
Siswanto, Bayu Galih
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap kritik. Namun, ia minta agar kritik terhadapnya disampaikan secara proporsional.

"Kritik kalau proporsional dan benar tentunya laksana obat," kata Yudhoyono saat buka puasa bersama Majelis Dzikir di kediaman pribadi, Puri Cikeas, Bogor, Selasa, 7 September 2010.

Sebab, kata Yudhoyono, menjalankan roda pemerintahan tidak semudah membalik telapak tangan.

Namun demikian, lanjut Kepala Negara, upaya untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia akan dilakukan terus menerus.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengaku menyesalkan adanya berbagai kritik dan kecaman terhadap pemerintah yang ia nilai justru tidak membuahkan apapun untuk perubahan. "Saling salah-menyalahkan, mengecam, mengritik, tidak akan menghasilkan apa-apa," katanya.

Menurut Presiden, pembangunan bangsa merupakan suatu kesinambungan sejak presiden Indonesia pertama, Soekarno. Kalaupun ada kekurangan dalam proses pemerintahan, katanya, sebaiknya dibenahi bersama-sama, tanpa saling menyalahkan.

"Dari mendiang Presiden Soekarno hingga kini harus dilanjutkan yang baik. Kalau ada yang kurang, tanpa menyalahkan siapapun, mari kita perbaiki," katanya.

Pernyataan Presiden ini disampaikan sehari setelah muncul kritik terbuka dari Perwira Menengah TNI AU, Kolonel Adjie Suradji. Melalui opini di surat kabar nasional yang kemudian menuai pro dan kontra. Adjie yang masih tentara aktif mengkritik kepemimpinan Presiden yang ia nilai tidak tegas dan tidak berani melakukan perubahan, termasuk di bidang pemberantasan korupsi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
satriana alviana
09/09/2010
BETUL.....MENJADI PEMIMPIN ITU TDK MUDAH,APALAGI KLU RAKYAT YG DI PIMPIN BYK TUNTUTAN TANPA MAU MEMBANTU PIMPINAN...BISA X CUMA PROTES DAN PROTES, SEKALI KALI KITA SEBAGAI ORG RAKYAT ATOU ORG YG DI PIMPIN...COBA UMPAMAKAN DIRI KITA ,WHAT YOU CAN DO?
Balas   • Laporkan
Banyak kritik = banyak obat, tp gak sembuh2 (berubah). Mungkin obatnya gak diminum, atau si pasien dah kebal (imun) ama obat itu.
Balas   • Laporkan
rajinbaca
09/09/2010
udah diberi banyak obat tapi ga pernah mau diminum ya ga sembuh2....akakakakakak.... pasien nakal itu namanya...
Balas   • Laporkan
rifaldi
08/09/2010
haahaaahaaaa SBY dikasi obat oleh Kol Adjie. mdh2an SBY C E P A T T E G A S , C E P A T B E R A N I & C E P A T B E R U B A H , termasuk C E P A T M E M B E R A N T A S K O R U P S I . Amiiiin
Balas   • Laporkan
firman
08/09/2010
bukan caranya yang anda ga suka, tapi memang anda yang bodoh dan bebal yang seakan-akan sok pintar dan sok mampu. Busuk dibalik perangaimu wahai PRESIDEN. Ngotak do....ng.
Balas   • Laporkan
Brahmoyo
08/09/2010
No. Comment.......
Balas   • Laporkan
ismangil
08/09/2010
kalau berat kok mau jadi presiden apalagi mau nambah apa dulu keenakan aneh anek aja gak gerti aq tingkah orang atas katanya pejabat tapi ada yang jadi garong
Balas   • Laporkan
sur
07/09/2010
Insya Alloh dg hati yg bersih Pak SBY berniat membenahi negri ini,coba rasakan. Memang ngomong lebih mudah,yg kritik aja spt anak kecil.Tersangkut mslh korupsi,tdk diberi jabatan ngambeg,nggak ngantor udah 5 th,tp gaji msh mau terima.Gimana Pak??
Balas   • Laporkan
budi anduk
07/09/2010
stuju pak,sbaiknya kol.adjie ngaca dlu klu mau kritik, mmprbaiki negara ini tdk smudah mmbalik tlapak tangan, krn negara ini sdh dirusak mentalnya mnjadi korup slama 23thn oleh pmrintahan orba. SBY msh yg lbh baik dibnding calon lain spt mega,prabowo,JK.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ