Nasional
Rusuh Buol

Komnas HAM: Kasmir Tewas Tak Wajar

Kalau gantung diri, Komnas HAM tidak menemukan cirinya.

Selasa, 7 September 2010, 16:24 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Warga Buol, Sulawesi Tengah membakar motor polisi (ANTARA/Imank)

VIVAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai ada pelanggaran HAM serius atas tewasnya Kasmir Timumun, yang memicu kekerasan di Buol, Sulawesi Tengah. Kasmir Timumun meninggal tidak wajar dan diduga mengalami kekerasan.

Hal ini dikatakan Komisioner Sub Komisi Mediasi Komnas HAM Ridha Saleh di kantornya, Selasa, 7 September 2010. "Temuan Komnas HAM Kasmir meninggal tidak wajar, kemungkinan mengalami kekerasan," kata dia.

Berdasarkan bekas yang terdapat di tubuh korban, terdapat tanda penyiksaan. Bekas itu antara lain seperti luka memar, bekas sumbatan koran di mulut, luka lebam, dan ada bekas sundutan rokok.

Sebelumnya, aparat kepolisian mengatakan Kasmir tewas gantung diri. Namun, Komnas HAM tidak melihat ada bekas gantung diri pada tubuh Kasmir.

"Kalau gantung diri, kami tidak menemukan ciri gantung diri. Seperti mata melotot atau lidah menjulur," tambah dia.

Kejadian ini, menurut Ridha, menjadi pemicu kekerasan di Buol, Sulawesi Tengah. Komnas HAM juga mencatat ada 8 korban tewas akibat kerusuhan Buol, Sulawesi Tengah.

Kedelapan korban meninggal itu adalah Kasmir Timumun (19 tahun), Amran S Abjalu (18 tahun), Muslimin (25 tahun), Ridwan (22 tahun), Rasyid Djopori (43 tahun), Herman (23 tahun), Saktifan Kapu'ung (39 tahun), dan Supriadi (26 tahun). (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
anakmedan
08/09/2010
sadis benar polisi sekarang !
Balas   • Laporkan
dado78
07/09/2010
itulah aparat kepolisian kita ...., jadi inilah saatnya Citra polisi harus berubah total baik sistem , akhlak ataupun tabiatnya kalo tidak bakal jadi musuh rakyat .....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ