Nasional

Polri Tak Tahu Rekan Dulmatin Tertembak

Jika informasi itu benar, Polri akan mengirim perwakilan ke Filipina.

Senin, 6 September 2010, 15:23 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Fadila Fikriani Armadita
Dulmatin (kabarnet.files.wordpress.com)

VIVAnews - Kepolisian Republik Indonesia mengaku belum mendapat informasi terkait penembakan salah satu rekan tersangka teroris Dulmatin di Filipina, Minggu 5 September 2010. "Tidak ada itu," kata Kepala Bidang Penerangan Umum, Kombes Pol Marwoto Soetoe, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, hari ini.

Marwoto menambahkan, pihaknya sudah mengkonfirmasi pada kepolisian Filipina terkait penembakan tersangka teroris tersebut. "Hari Jumat kita cek belum ada," jelasnya. Jika informasi itu memang benar, Polri akan mengirim perwakilannya untuk berangkat ke Filipina.

Aparat kepolisian Filipina terlibat baku tembak dengan anggota kelompok militan Abu Sayyaf di Sulu, Filipina. Sedikitnya tiga orang dikabarkan tewas, beberapa lainnya luka-luka.

Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina, Agrimero Cruz mengatakan, penggerebekan komando khusus terhadap unit Abu Sayyaf yang diduga kuat membantu militan asing jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Pulau Jolo.

Sebelum penyergapan, kepolisian Filipina mendapat laporan intelijen yang menyebutkan, regu tembak Abu Sayyaf melindungi Marwan -- anggota JI-- kelahiran Malaysia yang diduga kuat bertanggung jawab meningkatkan teknik perakitan bom.

"Mereka menewaskan Gafur Jumdail, dan dua anggota Abu Sayyaf lainnya," kata Cruz. Namun, tak ada tanda-tanda keberadaan Marwan selama serangan. Gafur Jumdail adalah saudara dari Abu Jumdail -- salah satu pemimpin operasional atas Abu Sayyaf yang kepalanya dihargai US$ 100 ribu oleh Amerika Serikat.

Abu Sayyaf adalah kelompok militan yang dianggap bertanggung jawab atas aksi teroris terburuk di Filipina, termasuk pengeboman sebuah kapal feri yang menewaskan 100 orang di Teluk Manila pada 2004.

Selain Marwan, anggota JI level atas, Dulmatin dan Umar Patek juga diketahui melatih kelompok ini. Keduanya adalah buronan polisi Indonesia karena diduga terkait Bom Bali 2002.

Dulmatin telah tewas dalam penggerebekan Maret lalu, namun Patek diduga masih berada di Filipina Selatan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ