VIVAnews -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara, sekaligus memantau kondisi para pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.
Kepada para pejabat Sumatera Utara, SBY berpesan agar para pejabat tidak meremehkan persoalan pengungsi.
"Kita patut bersyukur tidak ada korban jiwa dan kerusakan besar akibat meletusnya Gunung Sinabung. Namun pengungsian ini tidak dapat diremehkan," kata presiden di Pangkalan TNI AU Bandara Polonia, Medan, Senin 6 September 2010, seperti dimuat situs presidensby.info.
"Cepat atau lambat belasan ribu berkumpul seperti itu bisa menimbulkan permasalahan, bisa permasalahan sosial, kesehatan, kejiwaan, dan lain-lain. Oleh karena itu saya berpesan kepada saudara gubernur, saudara bupati, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," kata SBY.
Berdasarkan pengalaman 6 tahun menghadapi berbagai bencana alam, para pejabat memegang peranan penting.
"Yang lebih siap, yang lebih memiliki kesadaran, yang kepemimpinan para pejabatnya aktif dan baik maka kerusakan atau korban bisa dikurangi," tambah SBY.
Dalam kesempatan ini juga Presiden akan menyalurkan lagi tambahan dana bantuan sebesar Rp 3 miliar, yang terdiri atas dana dari Kementerian Sosial sebesar Rp 2 miliar dan dari kantor Presiden dan Sekertaris Kabinet sebesar Rp 1 miliar.
Gunung Sinabung meletus pada Minggu 29 Agustus 2010. Letusan terbesar terjadi pada Jumat 3 September 2010 pukul 17.59.
"Letusan ini mengeluarkan asap hitam yang cukup tebal. Suara gemuruh dan getarannya terdengar dan terasa hingga radius 8 kilometer," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Surono. (umi)