VIVAnews - Ketua DPR dari Partai Demokrat, Marzukie Alie memastikan tidak ada anggota Dewan yang akan dimanjakan dengan fasilitas spa atau pijat pada gedung baru DPR yang segera dibangun.
"Saya pastikan tidak ada. Masa di gedung parlementer dibilang ada spa," katanya saat ditemui di sela-sela silaturahmi dan buka puasa bersama di kediaman SBY di Cikeas, Minggu 5 September 2010.
Tapi, soal apakah DPR memerlukan gedung baru, Marzuki menyatakan sangat butuh. Pasalnya, gedung yang ada saat ini telah mengalami over capacity. Idealnya, gedung DPR yang ada hanya memiliki kapasitas 800 orang, sementara saat ini jumlah penghuninya mencapai 2500 orang.
Apalagi kini, akan ada penambahan jumlah staf ahli para anggota dewan. Yang tadinya para anggota dewan hanya memiliki 1 staf ahli, kini satu anggota dewan akan dibantu oleh 4 staf ahli.
"Untuk itu perlu dibangun gedung baru, karena gedung yang saat ini sudah tidak bisa menampung orang lagi, bagaimana kinerja bisa maksimal, jika ruang kerja saja tidak ada," kilahnya.
Mengenai isu anggaran pembangunan gedung baru yang memakan anggaran hingga Rp 1,6 triliun, Marzuki juga membantahnya. Karena berdasarkan hasil keputusan akhirnya, rencana pembangunan gedung baru hanya dianggarkan sebesar Rp 1,1 T untuk struktur (jadi bentuk fisik hingga menjadi gedung). "Itu belum termasuk IT dan mebel," katanya lagi.
Meski anggaran sebesar Rp 1,1 T sudah final, namun akan ada revisi untuk mengurangi rincian anggaran yang kurang diperlukan. Menurutnya untuk IT dan mebel butuh anggaran sekitar Rp 300 juta. Dan dana ini semua adalah dana yang dianggarkan untuk jangka waktu 3 tahun.
Rencananya, gedung baru DPR akan mulai dibangun pada Oktober 2010. "Bulan Oktober akan dilakukan peletakan batu pertama, ini supaya kinerja dewan baik, karena selama ini tidak ada tempatnya,"
Kini konsultan dan disain pembangunan gedung baru sudah ada dan sudah selesai. Bahkan seluruh biaya konsultan telah telah dibayar hanya tinggal pelaksanaan pembangunannya.