Nasional

Mensos: Lebih Manusiawi Sedekah Pakai Voucher

Pemberian zakat dan sedekah harus dikelola agar tidak lagi memakan korban tewas.

Minggu, 5 September 2010, 15:33 WIB
Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan
Warga miskin berebut mendapatkan paket sembako murah. (ANTARA/Ahmad Subaidi)

VIVAnews - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menilai metoda pembagian zakat, infaq, dan sedekah yang dilakukan sekarang tidak manusiawi. Pemberi zakat harus mengubah polanya menjadi lebih baik.

"Yang terjadi di masyarakat kita adalah antrian panjang, berhimpit-himpitan, panas-panasan. Itu tidak manusiawi," ujar Salim di Jakarta, Minggu, 5 September 2010.

Menurut Salim pemberian zakat, imfak, dan sedekah harus dikelola dengan baik agar jangan sampai memakan korban tewas dan luka-luka sebagaimana yang pernah beberapa kali terjadi.

"Salah satu caranya memberikan voucher kepada fakir miskin, sehingga fakir miskin dapat menentukan sendiri barang sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Cara yang ada saat ini menurut Salim tidak mendidik. Orang antre membawa anaknya dengan harapan anaknya juga mendapatkan bantuan. Kalau menggunakan voucher diharapkan lebih tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

"Kalau orang lanjut usia tidak perlu antre lagi, sedangkan untuk anak muda bisa digunakan sebagai usaha, sehingga lebih bermanfaat," ujar dia.

Cara seperti ini telah diterapkan negara-negara lain, dan terbukti lebih efektif. "Kalau di luar negeri, jaminan sosial tidak boleh berupa barang yang tidak sesuai peruntukannya," katanya.

Menurut Salim, zakat melalui voucher tidak akan serta merta membuat orang lebih konsumtif. Voucher tidak diberikan setiap hari dan dimaksudkan untuk lebih mendorong orang untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari sesuai kebutuhan. "Jadi, orang miskin merasa di manusiakan dan dunia usaha juga diuntungkan," kata Menteri Salim. (kd)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
siswandie
06/09/2010
harusnya yang memberi zakat infak sodaqoh langsung datang kerumah-rumah fakir miskin pada malam hari..persis khalifah umar. tapii jarang yg melakukan karena ga dilihat orang..aplg oleh tv
Balas   • Laporkan
yaimin
06/09/2010
pengentasan kemiskinan harusnya jadi agenda utama pemerintah,bukan pembangunan gedung mpr/dpr atau perpindahan ibukota
Balas   • Laporkan
kripik padas
05/09/2010
Kalo pemerintah bisa mensejahterakan rakyat, seperti tertuang dalam pancasila "kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia" saya jamin, tidak ada kejadian seperti ini pak mentri.
Balas   • Laporkan
Fandy
05/09/2010
Pesan sponsor, ya Pak Mentri?
Balas   • Laporkan
sidik
05/09/2010
Apakah kupon Voucher nya akan dikirim via pos atau alamat email , supaya yang menerima tidak antri berdesakan saat mengantri voucher????
Balas   • Laporkan
sophan
05/09/2010
zih antum stadz...... ide yang brilian hadir dari hati org yang ikhlas... sebuah pemerdekaan terhadap ketidak mampuan seseorang
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ