VIVAnews - Pertemuan antara Indonesia dan Malaysia di Kinabalu pada 6 November 2010 nanti diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan perbatasan kedua negara. Terutama setelah ketegangan yang terjadi akibat demonstrasi di depan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan bahwa dia tidak merasa optimistis maupun pesimistis mengenai hasil pertemuan nanti. Namun, dia yakin kedua negara akan dapat bekerja sama untuk mengatasi masalah perbatasan laut.
“Kita harus sadar sebagai negara bertetangga, hal seperti ini dapat terjadi lagi di masa yang akan datang. Ini karena perairan pesisir dan batas maritim kita sangat jauh dan luas. Karena itu, kemungkinan terjadi lagi bentrokan akan sangat besar,” ujarnya seperti dikutip dari laman berita Bernama.
Menurutnya, jika situasi serupa terjadi lagi di perairan kedua negara, maka yang terpenting adalah bagaimana kedua negara dapat mengendalikan situasi sehingga isu tidak terus berkembang dan membesar.
Jika tidak, suasana akan semakin panas dan masalah akan semakin runcing.“Dan yang paling penting lagi, suasana harus dapat dikendalikan sehingga tidak ada pihak luar dengan agenda tersembunyi yang akan memanfaatkan situasi,” tambahnya lagi.
Anifah yang selama ini berhubungan terus dengan Menlu Indonesia Marty Nalategawa terkait isu yang berkembang, mengatakan bahwa dia percaya demonstrasi yang terjadi tidaklah mewakili semua rakyat Indonesia.
Hasil pertemuan nanti menurutnya akan menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu masyarakat kedua negara. “Saya kira ini adalah pertemuan yang penting, terutama setelah di Indonesia terdapat demonstrasi selama beberapa hari di depan kedutaan besar kami. Jadi, hasil pertemuan ini akan sangat ditunggu oleh masyarakat Malaysia dan Indonesia,” ujarnya.
Anifah juga mengatakan bahwa pertemuan nanti juga akan mendiskusikan kerjasama penggunaan teknologi modern dan perlunya kantor pusat memiliki alat yang dapat melacak kapal yang kedapatan melintasi perbatasan maritim. (kd)
Baru dilempar seonggok tinja aja udah kerepotan..... ya udah nanti disemprot aja sama mobil tinja ke kedutaannya..!!!! mau liat gimana rekasi selanjutnya...
Baru dilempar seonggok tinja aja udah kerepotan..... ya udah nanti disemprot aja sama mobil tinja ke kedutaannya..!!!! mau liat gimana rekasi selanjutnya...
bola ada d tangan malysia, orang indnesia cri mkan d mlaysia, jd jka dlihat mlaysia mmiliki drjat yg lbih tinggi dr indnsia, indnsia jd g enk, sungkan2 ma mlaysia...lbh baik tki non formal dhapus, atau hnya mngirmkan tki ke ngara timur tngah saja
prinsip malaysia kalah untuk menang,pemerintah tega meliat warganya seumur hidup dirantau,mana kemerdekaan itu ?.kedaulatan RI sudah diijak,perintah dikerumuni lalat,kami siap korbankan jiwa raga demi NKRI"JASMERAH itu prinsipku.saudara lupa ????
Apalagi Indonesia ? Menlu Malaysia aja bilang bisa bentrok lagi
memang pemerintah kita minder atau irlander kata orang belanda, nggak ada ketegasan.
Mendingan zaman orba, TNI suka perang, NKRI bisa dipertahankan, ini masalah NKRI bung, rakyat siap dukung
he..he..pernyataan Menlu Malingsia mengindikasikan mereka akan membuat pelanggaran dan melakukan provokasi kembali dimasa datang..jelas mereka tdk punya etikat baik sama sekali..dan ini merupakan bahaya Laten bagi Indonesia..waspadalah..
Pernyataan Anifah Aman adalah suatu Pernyataan yg perlu di sikapi dengan cerdas dan Arif oleh Menhan Indonesia dgn segera membenahi Jajarannya, karena pernyataan tersebut bernada Profokatif dari seorang Menteri Negara Malaysia.