Nasional

NU: Indonesia Jangan Minder Hadapi Malaysia

SBY harus menyatakan bahwa Malaysia terbukti salah dan untuk itu harus minta maaf

Minggu, 5 September 2010, 02:02 WIB
Renne R.A Kawilarang, Yuniawan Wahyu Nugroho
Ketua PB NU KH Said Aqil Siraj (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar mendesak Malaysia meminta maaf kepada Indonesia, atas pelecehan terhadap kedaulatan bangsa dengan melakukan pelanmggaran perbatasan dan penangkapan kepada tiga petugas DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan) itu. Karena itu SBY sebagai kepala negara harus tegas  dan berani menghadapi Malaysia.

“Yang diinginkan PBNU dalam masalah Malaysia-Indonesia adalah agar SBY bersikap tegas dan berani kepada Malsyaia karena kita ada di pihak yang benar. SBY harus menyatakan bahwa kamu (Malaysia) terbukti salah dan untuk itu harus meminta maaf kepada rakyat Indonesia,”tandas Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj.

Dia mengatakan hal itu kepada para wartawan saat berbuka puasa bersama dengan para ulama, duta besar negara sahabat dan pengurus PBNU di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu 4 September 2010.

Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut antara lain Wakil Ketua Umum PBNU KH. As’ad Ali Said, Sekjen PBNU H. Iqbal Sullam. Enceng Sobirin, Mun’im DZ, Menakertrans A. Muhaimin Iskandar, Menteri PDT A. Hilmy Faishal Zain dll.

Yang pasti lanjut Said Aqil, NU berharap bangsa Indonesia tidak takut atau minder menghadapi Malaysia, karena Indoensia dalam pihak yang benar. “Apalagi masalah ini menyangkut harga diri dan kedaulatan bangsa Indonesia, sehingga sebagai kepala negara SBY harus tegas menghadapi setiap negara yang coba-coba melecehkan kedaulatan negara,”tambah Said Aqil Siradj berharap.

• VIVAnews
Rating
Komentar
malaysia truly maling asia
15/09/2010
persetan dengan malaysia!
Balas   • Laporkan
jowo
06/09/2010
negara apa si kog cri pendapatan(devisa gtu..) dri keringat rkyat nya yang jdi babu di negri orang, ktanya qt kaya,tanah nya suburr, lautannya luass....lbh baik qt larang rkyat indonesia cri krja d ngri tetangga biar qt ga sungkan2 lg ma ngara tetangga
Balas   • Laporkan
Ahmad
06/09/2010
Ganyang Indonesia ! Mari kita semua orang Malaysia bunuh semua orang Indonesia yang berada di Malaysia dan hantar mayat mereka balik ke Indonesia ! Orang bodoh Indonesia !
Balas   • Laporkan
asis | 07/09/2010 | Laporkan
hehehehehe lu benaran aja...hehehe
gus
06/09/2010
mundur terus...pantang maju ...itulah kita............ alon alon asal kelakon
Balas   • Laporkan
mapsihotang
06/09/2010
saya sangat setuju dengan pernyataan bapak KH. Said Aqil Siradj, Indonesia jangan minder hadapi malaysia...dan malaysia harus minta maaf kepada Indonesia dan tidak mengeulanginya kembali...sebelum terjadi yang tidak diinginkan....
Balas   • Laporkan
Kakaktua hitam
05/09/2010
Giliran kapan DPR bicara ttg Malaysia? bukan ngurusi rencana pembangunan gedung yg super mewah?
Balas   • Laporkan
WNI
05/09/2010
Sebenarnya harga diri bangsa ini sudah lama terinjak-injak oleh banyaknya kasus korupsi dan kurang pekanya pemerintah terhadap keadilan & kesejahteraan rakyatnya. Jika bangsa ini sejahtera dan maju, pasti Indonesia penuh wibawa dan disegani bangsa lain.
Balas   • Laporkan
asis | 07/09/2010 | Laporkan
good
djamrus
05/09/2010
Pernyataa PBNU tepatnya di sampaikan oleh seorang Politisi, karena itu adlh saran yang bernada menghasut sedikit menghujat, dan itu bukanlah bahasa Ulama, Astgfrllh.
Balas   • Laporkan
agus mimanifta
05/09/2010
BERSABAR ADA BATASNYA. APALAGI BATAS NEGARA DAN BATAS TETORIAL PASTI DUNIA SUDAH TAHU SEJAK JAMAN MAJAPAHIT. apa malysia juga tidak tahu apa sengaja buta dengan ilmu pengetahuan batas negara atau wilayah. "suruh belajar lagi"
Balas   • Laporkan
ayu
05/09/2010
iya,, harus di tindak lanjuti masalah tu,, kalo sampai terjadi perang mah saya ikut,, tidak takut toh kita udah benar.. knapa kita takut kalo kita benar.. bukan skali atau 2 kli ini saja malaysia bkin ulah.. tegas donk...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ