VIVAnews - Sebanyak 30 ribu pengungsi Gunung Sinabung masih bertahan dan tersebar di sejumlah desa di Kabanjahe dan Brastagi, Karo, Sumatera Utara.
Menkominfo Tifatul Sembiring saat meninjau pengungsi menerima sejumlah keluhan dari masyarakat. Beberapa ibu-ibu sambil berlinang air mata, menyampaikan keluhannya kepada Tifatul, karena lelah selalu berpindah-pindah. Sejauh ini, sudah satu minggu warga berada di pengungsian.
"Pak Menteri, tolong kami jangan di usir-usir lagi. Capek kami. Ngungsi ke sana diusir, pindah diusir lagi," keluh pengungsi kepada Tifatul, Sabtu 4 September 2010.
Warga mulai merasa bosan mengungsi. Mereka mengaku tidak bisa terlalu lama meninggalkan ladang, ternak, rumah mereka di desa.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Surono, masih belum membolehkan masyarakat yang rumahnya radius 6 km dari Gunung Sinabung pulang. Karena gunung itu masih berstatus waspada.
Rombongan Menkominfo juga melakukan kunjungan ke Jamhur Sempakata, yang menampung lebih dari 1.600 pengungsi. Sementara di Jamhur Brastagi ada 2.753 orang mengungsi.
Sejumlah pengungsi di Masjid Agung Kabanjahe mengeluhkan soal makanan, terutama untuk sahur. Tapi ada juga warga yang meminta hiburan.
"Pak Menteri, tolong adakan pesawat TV, biar kami tidak bosan." Tifatul tertawa mendengar permintaan ini. "Kita akan pasang," ujar Tifatul yang disambut tepuk tangan para pengungsi. (umi)