Nasional

HTI Sulsel Kecam Aksi Pembakaran Quran

Jika pembakaran dilakukan, maka akan memancing reaksi umat Islam.

Sabtu, 4 September 2010, 13:07 WIB
Arry Anggadha, Rahmat Zeena
Aksi menentang pembakaran Quran (Rahmat Zeena/Makassar) (Rahmat Zeena)

VIVAnews - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa, Sabtu, 4 September 2010. Mereka mengecam sekte kecil salah satu agama di Florida, Amerika Serikat (AS), terkait rencana pembakaran kitab suci Alquran pada 11 September mendatang.

Para pengunjuk rasa ini mengawali aksinya di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman. Setelah berkumpul sekitar 500 orang, mereka kemudian berjalan kaki ke Masjid Alamarkaz Alislam, yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Dalam aksi itu, setiap pengunjuk rasa membawa satu kitab suci Alquran.

Dalam orasinya, Humas DPD HTI Sulsel, Hasanuddin Rasyid menegaskan, Alquran yang mereka bawa adalah kitab suci yang diagungkan umat Islam. Alquran yang mereka bawa kali ini, kata Hasanuddin, bertujuan untuk membuktikan kepada dunia internasional tentang keagungan Alquran.

"Kami memiliki misi untuk menyelamatkan Alquran. Jika Alquran ini betul-betul dibakar, maka kami akan marah besar," tegas Hasanuddin Rasyid, sambil mengacungkan Alquran ke udara, diiringi teriakan takbir berkali-kali.

Bahkan dalam selebaran dan puluhan pamflet yang mereka bawa, HTI mengajak umat Islam dunia agar melawan pembakaran Alquran itu dengan berjihad. Alasannya, pembakaran tersebut merupakan bagian yang melukai hati umat Islam. "Jika ternyata betul digelar, maka itu melecehkan agama Islam," tegasnya lagi.

Untuk itu, dalam poin pernyataan sikap HTI Sulsel, mereka mendesak agar Pemerintah AS, umat Kristen termasuk di Indonesia untuk menggagalkan rencana itu. Alasannya, jika pembakaran dilakukan, maka akan memancing umat Islam untuk bereaksi dan marah.

Di sisi lain, HTI menilai, jika pembakaran Alquran itu terjadi, maka itu membuktikan bahwa Islam sudah kalah telak karena sudah lemah, termasuk tidak bersatu melindungi kehormatan Islam. Pada poin terakhir, HTI Sulsel mengajak Umat Islam dunia bersatu kembali dan meperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah.

Meski berlangsung tertib, belasan polisi terlihat mengawal aksi tersebut. Pengawalan dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal yang tak diinginkan saat aksi demonstrasi, serta mengatur lalu lintas agar tetap tertib. (umi)


Laporan: Rahmat Zeena | Makassar

• VIVAnews
Rating
Komentar
andy
17/09/2010
Klo memang sudah terjadi pembakaran Alqur,an, kita sebagai umat Islam tidak perlu panik, kita diajarkan bersabar sejak kita kecil, emosi hnya sia-sia saja, biarkan Allah SWT saja yang membalas perbuatan mereka.Amin....!
Balas   • Laporkan
wawan
07/09/2010
Sepakat qt butuh Khilafah!
Balas   • Laporkan
Dana
07/09/2010
awas umat Islam jangan sampai terprovokasi apalagi demo dengan cara anarkis
Balas   • Laporkan
arief
04/09/2010
ya ampun..........ngapain pula Alqur,an mau dibakar segala....sampah aja tidak boleh lagi sembarang dibakar,ini kok malah kitab suci yang mau dibakar......cepat cepat mati ajalah yg sudah punya niat seperti itu ya....dari pada dia dimatikan orang banyak.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ