Nasional

Empat Wilayah Perbatasan RI Masih Sengketa

Keempat wilayah itu Selat Malaka, Selat Singapura, Selat Sulawesi dan Laut Cina Selatan.

Sabtu, 4 September 2010, 00:12 WIB
Eko Priliawito, Denny Armandhanu
  (Antara/ Feri)

VIVAnews - Pemerintah akan membicarakan empat  segmen dengan Komisi Bersama Tingkat Menteri terkait persoalan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang sedang memanas.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa menjelaskan, masalah perbatasan yang saat ini menjadi sengketa kedua negara akan menjadi bahasan utama, selain hubungan bilateral.

Keempat segmen itu, kata dia, ada di Selat Malaka, Selat Singapura, Selat Sulawesi dan Laut Cina Selatan.

Marty menyerukan agar masyarakat bersabar dalam menanti hasil perundingan ini, karena perundingan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan dan selesai hanya dalam waktu sehari.

"Perundingan adalah suatu proses, tidak akan selesai dalam satu kali pertemuan. Sebagai contoh, perundingan perbatasan Indonesia dengan Vietnam memakan waktu hingga 32 tahun, perundingan terakhir yang telah selesai dengan Singapura memakan waktu lima tahun. Semua membutuhkan waktu," jelasnya.

Indonesia, menurut Marty, memiliki tim diplomasi lintas departemen yang kuat dengan Kementerian Luar Negeri sebagai juru rundingnya. Para delegasi dalam tim ini telah melakukan persiapan yang matang untuk melakukan perundingan tersebut.

"Saya yakin kita akan bekerja dengan baik dan mencapai hasil yang baik. Kita selalu konsisten akan mencapai hasil-hasil yang optimal," tegasnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sule
05/09/2010
hahaha ... maju terus pak marty .... kta punya senjata tapi pelurunya sedikit .... kta punya pesawat tapi kaga ada amunisi ... pesawat kta gagu semua .... jadi okey lah ... kta maju bawa badan sambil ngasah lidah dikit ..... hehehehe ... itulah negara kta
Balas   • Laporkan
dhani
04/09/2010
semut aje kalo di injek teru bisa melawan, ape lagi kite yang bukan sekedar semut mase diem aje digituin terus minimal kite geretak ke atau ape ke biar di mikir
Balas   • Laporkan
kuncir
04/09/2010
semoga sukses. tapi tetap maksimalkan waktu sebaiknya agar perundingan tidak berlarut - larut.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ