VIVAnews – Merealisasikan wacana penarikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia tidak semudah membalikkan tanah. Dibutuhkan lapangan kerja yang banyak untuk memulangkan para TKI itu.
“Tak sesimpel kata orang, tarik saja TKI dari Malaysia. Tidak bisa sim salabim, mesti ada langkah konkrit,” kata Pengamat Kebijakan Ekonomi Pertanian IPB, Dodik Ridho Nurrochmat, kepada VIVAnews.com di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 2 September 2010.
Menurut Dodik jumlah pekerja kelapa sawit yang ada di Malaysia saat ini sekitar dua juta orang. Dengan jumlah sebanyak itu, kita perlu membuka lahan perkebunan sawit seluas 7-10 hektar. Lapangan kerja itu diharapkan bisa menyerap semua TKI itu.
Menurut Dodik dalam hal penyediaan lahan inilah yang nanti paling sulit direalisasikan, bukan soal anggaran. Jika lahan sudah dibuka, lanjutnya, maka butuh waktu untuk empat tahun lagi agar kelapa sawit berproduksi.
waaah ini baru gue setuju, kasih pkerjaan buat rakyat indonesa drpada jadi babu di negri orang..ga punya derajad bro negara kita. ayoo wilayah kita luas paling luas se asia kita manfaatkan sebaik2nya,lautnya jg luas pasti bnyak ikannya,pertambangan
ga ada yg sulit dari negara tajir kaya, tergantung niat saja, ada keiklasan untuk mensejahterakan rakyat? perlu lahan? ga usah jauh2 coba anda jalan sepanjang jalan tol cikampek sebelah kanan ke jkt, lahan luas dibiarkan ditumbuhi alang2, kaciannnnnn
minta lowongan kerja sama lsm bendera saja yg sok pintar.....sanggup gak gaji tki yg disuruh pulang sama lsm bendera. perbandingan gaji sopir di indonesia 1.8 jt ,dimalaysia mereka di gaji 8 jt an.
TKI malaysia tidak perlu ditarik total sekaligus sekarang. yang bisa dilakukan segera adalah hentikan pengiriman TKI kemalaysia sekarang!!!. Yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja di Indonesia!!! Lahan tersedia di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
Apa bisa kesejahteraan TKI bisa sama atau lebih baik bila di bandingkan kerja di malaysia, makanya dari skarang majukan indonesia, kalau hanya pada berantem aja ribut aja kapan majunya, gaji lebih besar di malaysia ya pilih kerja di sana.
indonesia klo g slah pnya sktr 17 rb pulau.11 rb pulau brpndduk dan sdh brnma, sdangkn 9 rb msh blm brnma.
Jika saja pemerintah bisa memaksimalkan 9 rb plau tsb sprti dgn ditanami klp sawit mk mkmurlah indonesia, drpd nntinya pulau2 tu diklaim ma maling l
apa yg susah kalau ada kemauan, Pemerintah aja yg nggak becus ngelola pemerintahan. Janji segede gentong mau menuntaskan pengangguran.......Lahan banyak yg kosong di sumatra & kalimantan.....SDM banyak.........lah males lah ngomong sm pemerintah.