Nasional

Ini Risiko Tarik Semua TKI Dari Malaysia

Dibutuhkan lahan baru untuk memberi lapangan pekerjaan bagi TKI setelah ditarik pulang.

Kamis, 2 September 2010, 23:25 WIB
Siswanto
TKI (Tenaga Kerja Indonesia)  

VIVAnews – Merealisasikan wacana penarikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia  tidak semudah membalikkan tanah. Dibutuhkan lapangan kerja yang banyak untuk memulangkan para TKI itu.

“Tak sesimpel kata orang,  tarik saja TKI dari Malaysia. Tidak bisa sim salabim, mesti ada langkah konkrit,” kata Pengamat Kebijakan Ekonomi Pertanian IPB, Dodik Ridho Nurrochmat, kepada VIVAnews.com di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 2 September 2010.

Menurut Dodik jumlah pekerja kelapa sawit yang ada di Malaysia saat ini sekitar dua juta orang.   Dengan jumlah sebanyak itu, kita perlu membuka lahan perkebunan sawit seluas 7-10 hektar. Lapangan kerja itu diharapkan bisa menyerap semua TKI itu.

Menurut Dodik dalam hal penyediaan lahan inilah yang nanti paling sulit direalisasikan, bukan  soal anggaran. Jika lahan sudah dibuka, lanjutnya, maka butuh waktu untuk empat tahun lagi agar kelapa sawit berproduksi.

Laporan : Iwan Kurniawan

• VIVAnews
Rating
Komentar
wong jowo
03/10/2010
waaah ini baru gue setuju, kasih pkerjaan buat rakyat indonesa drpada jadi babu di negri orang..ga punya derajad bro negara kita. ayoo wilayah kita luas paling luas se asia kita manfaatkan sebaik2nya,lautnya jg luas pasti bnyak ikannya,pertambangan
Balas   • Laporkan
negara tajir
03/09/2010
ga ada yg sulit dari negara tajir kaya, tergantung niat saja, ada keiklasan untuk mensejahterakan rakyat? perlu lahan? ga usah jauh2 coba anda jalan sepanjang jalan tol cikampek sebelah kanan ke jkt, lahan luas dibiarkan ditumbuhi alang2, kaciannnnnn
Balas   • Laporkan
megi
03/09/2010
minta lowongan kerja sama lsm bendera saja yg sok pintar.....sanggup gak gaji tki yg disuruh pulang sama lsm bendera. perbandingan gaji sopir di indonesia 1.8 jt ,dimalaysia mereka di gaji 8 jt an.
Balas   • Laporkan
pur purnomo
03/09/2010
TKI malaysia tidak perlu ditarik total sekaligus sekarang. yang bisa dilakukan segera adalah hentikan pengiriman TKI kemalaysia sekarang!!!. Yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja di Indonesia!!! Lahan tersedia di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi
Balas   • Laporkan
heru
03/09/2010
Apa bisa kesejahteraan TKI bisa sama atau lebih baik bila di bandingkan kerja di malaysia, makanya dari skarang majukan indonesia, kalau hanya pada berantem aja ribut aja kapan majunya, gaji lebih besar di malaysia ya pilih kerja di sana.
Balas   • Laporkan
eko
03/09/2010
indonesia klo g slah pnya sktr 17 rb pulau.11 rb pulau brpndduk dan sdh brnma, sdangkn 9 rb msh blm brnma. Jika saja pemerintah bisa memaksimalkan 9 rb plau tsb sprti dgn ditanami klp sawit mk mkmurlah indonesia, drpd nntinya pulau2 tu diklaim ma maling l
Balas   • Laporkan
nDableg
03/09/2010
apa yg susah kalau ada kemauan, Pemerintah aja yg nggak becus ngelola pemerintahan. Janji segede gentong mau menuntaskan pengangguran.......Lahan banyak yg kosong di sumatra & kalimantan.....SDM banyak.........lah males lah ngomong sm pemerintah.
Balas   • Laporkan
wahyu
03/09/2010
kenapa gak coba untuk dipersiapkan...? toh nantinya saudara kita yg minat jadi petani sawit kan jadi gak perlu nyebrang...
Balas   • Laporkan
SuperDakochan
03/09/2010
Gampang, minta lahan ke gayus aja..Di sumatera jg banyak lahan daripada dikorup pejabat setempat mending buat kebon TKI :)
Balas   • Laporkan
ulfah
03/09/2010
ga masalahlah yg penting ada kemauan untuk itu. Semua org tahu nanam hari ga mungkin besoknya dah dapet hasil panennya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ