VIVAnews -- Markas Besar Kepolisian RI mengatakan terduga teroris asal Prancis, Frederic C Jean Salvi berada di Mauritania.
"Justru itu, kita sedang dapat informasi dia di sana. Dia bilang, dia tidak terlibat. Saya pun kalau dibilang teroris, nggak terlibat," kata Kepala Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 2 September 2010.
Namun, tambah Iskandar, tunggu hasil investigasi. "Kalau nanti ada kaitannya, kita nggak bisa mengatakan kamu terlibat atau tidak," tambah dia.
Kalau memang Frederic Salvi terlibat, tambah Iskandar, Polri akan mengejarnya. "Ke ujung dunia pun. Nanti kami akan bekerja sama dengan Interpol. Saya kira seluruh dunia ini sepakat, teroris itu musuh bersama," tambah dia.
Keterlibatan Frederic Salvi dengan jaringan teror, tambah Iskandar, baru indikasi awal. "Dengan dia bantu memberikan mobil ini, kan ada indikasi awal keterlibatan dia. Kita kan belum bisa memeriksa dia. Ternyata dia ada di sana [Mauritania]."
"Kalau sudah ada keterlibatan , kita jadikan dia tersangka," kata Iskandar, menegaskan bahwa Frederic Salvi belum dijadikan tersangka dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Frederic C Jean Salvi alias Ali karena diduga memberikan mobil Mitsubhisi Galant kepada jaringan teroris untuk bom mobil.
Namun melalui suratnya, Frederic Salvi membantah tuduhan tersebut. (umi)
Baca juga: Surat Frederic Salvi Beredar di Internet