VIVAnews - Situasi kota kecil Biau di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah masih mencekam. Mabes sudah mengirim Wakapolri, Komisaris Jenderal Jusuf Manggabarani ke wilayah konflik itu. Dia memimpin tim yang akan menginvestigasi kasus ini. Mabes Polri memerintahkan semua anggota polisi di wilayah itu mengamankan diri ke asrama polisi.
"Masyarakat di sana sekarang agak emosional, kita harapkan supaya anggota polisi yang tinggal di luar asrama untuk bergabung ke asrama," kata Kepala Bidang Penereangan Umum Polri, Komisaris Besar Polisi Marwoto Soeto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis 2 September 2010.
Kerusuhan ini dipicu oleh kematian Kasmir Timimun, tahanan kasus kecelakaan lalu lintas, di tahanan Polsek Biau. Menurut polisi, Kasmir mati gantung diri di tahanan.
Namun, keterangan polisi itu tidak bisa diterima keluarga dan masyarakat. Malah beredar kabar bahwa Kasmir mati ditangan polisi. Kabar itulah yang beredar dari mulut ke mulut dan menyulut kegeraman warga. Mereka lalu menyerang kantor polisi dan kerusuhan pun terjadi. Mabes Polri memastikan bahwa jumlah korban tewas 7 orang.
Polri, kata Marwoto, meminta masyarakat tenang dan mau menyelesaikan masalah ini dengan cara musyawarah. "Massa harus tenang supaya kondusif, biar diurai masalahnya ada dimana. Kalau polisi yang salah semua ada aturannya," kata dia.
Selain tim yang dikirim Mabes Polri, tim gabungan dari DPR dan Komnas HAM juga segera menyusul ke Buol.