Nasional

Rieke: Pidato SBY Jauh Panggang dari Api

Pidato SBY tentang hubungan RI-Malaysia menimbulkan rasa kecewa bagi buruh migran.

Kamis, 2 September 2010, 12:58 WIB
Ismoko Widjaya
Rieke Dyah Pitaloka jumpa pers bersama Gerakan Perempuan (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka menilai pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal ketegangan RI-Malaysia kurang menukik pada inti permasalahan. Pidato SBY tidak solusi, terutama isu-isu yang terkait masalah yang dihadapi TKI di Malaysia.

"Pidato SBY jauh panggang dari Api," kata Rieke Diah Pitaloka dalam keterangan tertulis bersama sejumlah aktivis buruh migran, Kamis 2 September 2010.

Menurut Rieke, SBY tidak menyinggung substansi dasar hubungan kerjasama Indonesia-Malaysia. Yaitu, penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. Pidato semalam juga dinilai tidak secara tegas memperlihatkan keberpihakan terhadap nasib rakyatnya, terutama para TKI yang sedang menghadapi persoalan hukum.

Keterangan pers ini disampaikan Rieke bersama Migrant Care, Kontras, Infid, dan sejumlah buruh migran lainnya. Saat ini, Rieke masih berada di Malaysia untuk bertemu Duta Besar dan Parlemen Malaysia.

Pemeran Oneng dalam sebuah sinetron komedi ini menyayangkan pidato SBY yang tidak menyinggung soal TKI. "Tidak menyinggung sedikitpun mengenai vonis mati terhadap 3 WNI dan ratusan lainnya yang terancam hukuman mati," ujar dia.

Padahal persoalan ini telah berulang kali menjadi agenda dalam rapat kerja SBY dengan jajaran pemerintahannya. SBY dinilai hanya melihat kedaulatan dan martabat bangsa Indonesia dari sisi teritori, tapi melupakan aspek terpenting dari kedaulatan dan martabat bangsa, yaitu nasib dan nyawa rakyatnya.

"Klaim keberhasilan SBY tentang diplomasi perlindungan untuk TKI jauh dari kenyataan yang sebenarnya," kritik Rieke. Rieke menegaskan, sampai saat ini belum ada keputusan final tentang amandemen MoU yang bermanfaat bagi perlindungan PRT migran Indonesia di Malaysia.

"Pidato SBY tentang hubungan Indonesia-Malaysia menimbulkan rasa kecewa bagi WNI di Malaysia termasuk buruh migran Indonesia," sesalnya. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dodi
04/09/2010
kalo maw mengalahkan malaysia,cukup tarik TKI full dari negeri jiran itu,dijamin malaysia akan salah tingkah,kalo malaysia itu bertindak anarkis pd TKI,dia akan disudutkan bangsa2 didunia!
Balas   • Laporkan
nindya
02/09/2010
wah mbak oneng ini....betul banget bang oonnya masih kental sekali....coba mbk oneng jadi TKW sana..asal jangan njeplak saja..
Balas   • Laporkan
edy prasetyo
02/09/2010
neng neng.......belum tau ya.....sipadan & ligitan itu ilang saat bundamu jadi presiden........
Balas   • Laporkan
sbuya
02/09/2010
ya...beginilah mbak oneng...itu sich salah rakyat juga kenapa terpesona ama pencitraannya..padahal klo orang butuh pencitraan baik berarti orang itu nggak baik ..... Malysia saja berani nyuruh kita menertibkan demo2 tapi kita malah main surat2an ngga seka
Balas   • Laporkan
toriq
02/09/2010
Oneng oneng... masih aja oon nya.. ngasih komentar juga ga pada substansi..wkwkwkw
Balas   • Laporkan
andrie trikora
02/09/2010
sekali lagi kehilangan momentum..datar datar saja..santun oke, on state system oke..tapi kita butuh pimpinan yang tegas lugas dan taktis menjawab setiap dinamika bangsa ini tunjukkan dadamu indonesia...bung NKRI harga mati..merdeka!
Balas   • Laporkan
muhajir
02/09/2010
statemen bak oneng lebih condrong pada suhu politik dalam negeri, sengol meyegol di didalam tidak apa2 tp kalo diluar punya aturan lain jika konflik berlanjut akan membuat negara tertinggal dr negara lain, menang perang tapi rakyat susah dan tidak ada ham
Balas   • Laporkan
yuhu
02/09/2010
wah...mbak oneng mending jadi pelawak saja ya... ga ada "ngeh" nya di dunia politik.nyosorrrr aja
Balas   • Laporkan
goem
02/09/2010
Mohon disampaikan kepada rieke diah pitaloka, peran " oon ' itu cukup pada peran oneng aja, jangan dibawa - bawa ke dpr ri, ngasih komentar yang bermutu bisa bedakan subtansi pidato kenegaraan masalah kedaulatan dan kewibawaan negara jangan dicampuraduk
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ