Nasional

Massa Jarah Rumah Dinas Wakapolres Buol

Massa melakukan sweeping terhadap anggota Polri. Buntut bentrok berdarah.

Kamis, 2 September 2010, 08:06 WIB
Elin Yunita Kristanti
Ilustrasi rusuh (VIVAnews/Adri)

VIVAnews -- Suasana Kota Buol, Sulawesi Tengah masih mencekam, menyusul bentrok berdarah polisi dan warga.

Kepala Kepolisian Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Amin Saleh mengatakan terjadi insiden lanjutan tadi malam, sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

"Ada empat rumah anggota dibakar, rumah dinas Wakapolres Buol belum sempat dibakar, tapi sudah dijarah," kata Kapolda saat dihubungi VIVAnews, Kamis 2 September 2010.

Tak hanya itu, Mapolsek Momutu dan markas Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) juga jadi sasaran serang. 

"Polisi awalnya berjaga di Mapolsek Momutu dan KPPP, namun massa yang datang lebih banyak sehingga langsung diperintahkan menjauh dari kantor," tambah Kapolda.

"Massa ini mencari markas-markas yang tidak terlalu siaga."

Diakui Brigjen Amin Saleh, anggota polisi tadi malam diminta menjauh dan diarahkan ke Markas Polres Buol. Sebab, beredar isu ada penyerangan Mapolres. "Ada sekitar 250 personel untuk penguatan," tambah dia.

Sementara, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Polisi Kahar Muzakkir mengatakan, petugas polisi sudah diperintahkan menjauh dan menghindari kerumunan massa

Sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat meminta Kapolri, Jenderal Bambang Hendarso Danuri menuntut tuntas kasus kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah.

Diduga, kerusuhan tersebut dipicu oleh kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi kepada seorang tukang ojek yang bernama Kasmir Timumun di dalam ruang tahanan hingga tewas.

"Dengan demikian diduga kuat telah terjadi pelanggaran HAM berat oleh oknum polisi di Buol, Sulawesi Tengah," tambah dia. (umi)


Laporan: Rahmat Zeena| Makassar



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
zaldy.raymond
19/09/2010
itu hanya oknum polisi saja yang melakukan perbuatan tsb sampai ada yang meninggal.bukan institusinya yang melakukan.Memang sudah sharusnya polisi mandiri sendiri buat suatu departemen kepolisian/dibawah langsung mendagri supaya teratur&disiplin dlm tugas
Balas   • Laporkan
ani
04/09/2010
polisi itu dari rakyat untuk rakyat negara lain aj bangga sama polisi indonesia kok kita malah suruh bubari kaya penjahat ga suka sama polisi
Balas   • Laporkan
aqilla buday
04/09/2010
Saya aja ngga percaya 100%....klo tahanan mati karena bunuh diri...itu jelas2 ulah oknum (rata2) polisi. soale sy ngalamin sendiri..jangankan nabrak polisi..kaca spion ngga ada aja ngancamnya mo dibunuh...
Balas   • Laporkan
seh
03/09/2010
yang pengen polri bubar semoga dirinya g kena musibah. kalo dia dirampok, dianiaya, dihina, dan lain-lain lapor aja pada satpol pp. semoga aja anda tidak kena musibah....
Balas   • Laporkan
d2roch
03/09/2010
Ah aing mah mending pindah ka nagara tatangga,
Balas   • Laporkan
Brata
02/09/2010
HAM lagi HAM agi....emangnya aparat harus CUBIT-CUBITAN sama pembuat keonaran yg sudah bakar-bakaran.....
Balas   • Laporkan
anti polri
02/09/2010
setujuuuuuu.....bubarkan saja polri.... korup....!!!!
Balas   • Laporkan
hans
02/09/2010
polisi adalah ganbaran masy indonesia..sama2 manusia
Balas   • Laporkan
Mang Juhai
02/09/2010
Sudahlah kamutu, dak usah kerok. Dimano nian di Indonesia ini polisi yg bagus, yg dipikirke cuma " cak mano caro nak balekke modal masuk polisi." Sudahtu cak mano nak cari untung, mumpung ado kesempetan, yo dak ndan?????
Balas   • Laporkan
Deny
02/09/2010
Jangan gitu bos comentnya, kalau POLRI meu minta bantuan kesiapa kau jika mengalami masalah. Biarkan POLRI usut tuntas dulu mengenai tahanan yg meninggal itu,yakinlah pimpinan POLRI tidak akan membiarkan anggotanya yg melanggar hukum, jika memang terbukti
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ