VIVAnews - Pada Lebaran tahun ini, ketersediaan listrik di 14 wilayah di Indonesia diperkirakan masih berstatus siaga. Sementara 13 wilayah lain dipastikan tidak bakal mengalami gangguan selama hari raya.
Status siaga listrik adalah kondisi dimana pasokan listrik dan kebutuhan listrik dalam posisi yang sama atau dengan kata
lain tidak ada cadangan listrik lagi.
"Secara umum memang tidak ada defisit pada pasokan listrik," kata Direktur Operasi Jawa Madura dan Bali PT PLN (Persero) I Gustu Ngurah Adyana, di Kantor Pusat PLN, Jalan trunojoyo, Rabu 1 September 2010.
Paparan PLN menunjukkan, ke-14 wilayah masih dalam status siaga semasa musim Lebaran kali ini adalah Sumatera Bagian Utara, Tanjung Pinang, Sumatera Bagian Selatan, Pontianak-Singkawang, Barito, Sampit, Minahasa, Palu, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Kupang, Lombok, Pangkalanbun, dan Mahakam.
Kendati masih ada daerah yang mengalami status siaga, PLN memperkirakan secara nasional tidak akan ada kekurangan listrik
sepanjang lebaran.
PLN memperkirakan, beban puncak pada H+ maupun H- 10 Lebaran mencapai 23.526 megawatt (MW) atau jauh dibawah kapasitas terpasang sebesar 28.200 MW. Beban puncak bahkan diperkirakan turun pada H-3 Lebaran menjadi 19.557 MW sehingga akan ada cadangan sebanyak 5.017 MW.
Adyana mengatakan PLN telah mempersiapan berbagai upaya untuk tetap menyiagakan pasokan listrik agar tetap dapat diterima masyarakat sepanjang Lebaran.
Upaya yang dilakukan diantaranya meminta masyarakat melakukan gerakan hemat listrik, menyewa generator, serta siaga khusus operasi
Ramadhan.
"Pokoknya H plus minus 10 tidak ada lagi kegiatan pemeliharaan. Kalaupun ada daerah yang berstatus siaga, kami akan menyiapkan captive power," kata Adyana.
Jakarta Aman
Sementara itu, General Manager PLN Disjaya Jakarta dan Tangerang Purnomo Willy mengatakan penggunaan listrik khusus di wilayah Jakarta pada masa Lebaran diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 40 persen.
Pengguna listrik di daerah Ibukota biasanya menggunakan listrik dengan total daya sebesar 5.000-5.500 MW. Namun, pada masa Lebaran turun menjadi 3.400-3.700 MW.
Manajer Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Jawa-Bali Bambang Budiarto mengatakan beban normal khusus untuk kawasan Jawa adalah berkisar 17.800MW dan turun menjadi 12.300 MW selama masa Lebaran.
"Bahkan pada hari H saat sholat Iedul Fitri lebih rendah menjadi 7.600
MW," katanya.