Nasional

TNI AU: Malaysia Sering Melanggar di Udara

Pesawat yang sering melanggar itu, kebanyakan adalah pesawat-pesawat kecil.

Rabu, 1 September 2010, 07:33 WIB
Amril Amarullah
Pesawat tempur OV-10 & Super Tucano  

VIVAnews - Malaysia tidak hanya sering melakukan pelanggaran perbatasan di wilayah laut, bahkan juga pelanggaran lain seperti di udara sering terjadi, khususnya di perbatasan.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Imam Sufaat menyatakan, pelanggaran yang dilakukan negeri Jiran itu sering terjadi di wilayah perbatasan.

"Tidak pernah masuk wilayah kita, tapi melanggar wilayah perbatasan yang masih dipersengketakan itu sering," kata Imam Sufaat ketika ditanya VIVAnews, Selasa malam.

Pesawat yang sering melanggar itu, kata Kasau, kebanyakan adalah pesawat-pesawat kecil, contoh pernah terjadi di Ambalat, itupun sudah diselesaikan secara diplomasi.

Karena itulah, untuk menjaga kedaulatan NKRI, TNI AU melalui radarnya tetap melakukan patroli rutin secara intensif.

"Jadi saat ini, untuk pengawasan perbatasan kita tidak ada masalah, setiap hari melakukan patroli udara untuk mengawasi (Pesawat Malaysia). Kita selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk," tuturnya.

Sedangkan, untuk menunjang kekuatan patroli, TNI Angkatan Udara membeli 16 pesawat Super Tucano dari Brasil. Pesawat tersebut akan digunakan untuk patroli keamanan di daerah-daerah perbatasan. TNI AU juga membeli 3 pesawat Sukhoi untuk menggantikan pesawat jenis MK-53.

Menurut Imam, Super Tucano menggantikan pesawat tempur taktis OV-10 Bronco North American Rockwell. TNI AU akan memanfaatkannya untuk pengamanan di daerah perbatasan. Pesawat juga dipakai untuk memantau penebangan liar, yang selama ini sulit terpantau. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hero malaysia
22/09/2010
aku bangga jadi anak malaysia.....
Balas   • Laporkan
wiedodo
19/09/2010
kita jangan pernah mengatakan itu DAERAH SENGKETA, bahasa itu memang diciptakan Malaysia agar kita bisa diajak kompromi, kalo kita bisa diajak rembugan pasti berapa presen pun Malaysia tetap akan untung, karena dapat bagian wilayah Indonesia.
Balas   • Laporkan
hariyanto a
16/09/2010
piye pak by jarene sampean kate tuku kapal selam,sido ta?
Balas   • Laporkan
andi
08/09/2010
th 60 - 90 mereka berpikir ulang kalau berbuat sesuatu kpd Indonesia, dan sekarang mereka berulang-ulang terus melanggar wilayah Indonesia, perang / diplomasi tak masalah, bukankah mengulang-ulang kesalahan yang sama berarti mereka menantang ?!!!!!
Balas   • Laporkan
kai hansen
07/09/2010
kita butuh pemimpin yg seperti Soekarno berani tuk bersuara jika harga diri bangsa di injak-injak bangsa lain
Balas   • Laporkan
Raka
07/09/2010
contohlah Amerika, jgnkan melecehkan...hanya perkara ga senang dikit aja langsung di porak porandakan itu negara yang meledek.. itulah bukti bahwa mereka sangat di segani dan di takuti.
Balas   • Laporkan
mastok
05/09/2010
kl si Ruhut mending ke laut ajah...nyari kepiting.... emang si mulut besar,..cm bs muka telor ama RI 1..., gak ada guna pelihara org kyk dia,.... ayo..teman2 kl pd gak mau biar kita2 aja yg nyatakan Let's Fuck'n War...
Balas   • Laporkan
nazi28
04/09/2010
memang kau malaysia kalau berani ayo kita perang...biar musnah kalian dari muka bumi ini..
Balas   • Laporkan
aldo
04/09/2010
negara kita lebih luas dari malaysia,tentara kita punya banyak tempat latihan,lebih jago(mungkin lebih jago dari pemain pb yang udah mayor)jadi...kita akan menang,kemenangan ada di depan mata,jadi..MERDEKA!!!!!!!!untuk indonesia!!
Balas   • Laporkan
achonk
04/09/2010
kalo k depan'x malaysia msh ttp melewati perbatasan Indonesia...tembak jatuh j langsung...itu uda jd hak TNI AU untuk menjaga NKRI dr para penyusup...seperti org malay itu...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ