VIVAnews - PT Perusahaan Listrik Nasional/PLN (Persero) berencana mengimpor batu bara sebanyak sembilan juta ton dari Australia pada tahun depan (2011).
Langkah tersebut dilakukan jika pasokan batu bara dari dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan pasokan batu bara 2011 sebanyak 30 juta ton.
"Sekarang kita bahas, bagaimana kalau tidak ada pasokan akan kita impor. Sebab, apapun kondisinya listrik harus menyala," ujar Direktur Utama PLN Dahlan Iskan usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI di DPR Jakarta, Kamis 26 Agustus 2010.
Dahlan menuturkan, opsi impor sampai saat ini memang baru dalam tataran kajian alternatif solusi jika tahun 2011 PLN tidak mendapat jalan keluar pasokan batu bara dari dalam negeri. "Kebutuhan total tahun depan 30 juta ton, tetapi kita mengalami kesulitan pasokan," kata Dahlan.
Ketika disinggung mengenai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara, Dahlan hanya mengatakan bahwa kebijakan itu memang sudah diputuskan beberapa waktu lalu.
"Tapi saya tidak mau cengeng dan meminta-minta. Kalau pasokan dalam negeri tidak bisa mengatasi, kita bisa memiliki cara sendiri," katanya.