VIVAnews - Front Pembela Islam (FPI) mendesak kejaksaan segera mengeksekusi pemimpin redaksi majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada. Jika kejaksaan tak bergerak, FPI akan mengejar Erwin dan menyerahkannya ke kejaksaan.
Demikian disampaikan juru bicara FPI Munarman dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 25 Agustus 2010. "Putusan kasasi Mahkamah Agung sudah menyatakan dia bersalah pada Juli 2009. Tapi sampai saat ini, dia belum diapa-apain. Kami menetapkan dia sebagai buron," kata Munarman.
FPI pun mendesak agar kejaksaan segera mencari Erwin dan memasukkannya ke bui sesuai pidana yang dijatuhkan MA, dua tahun penjara dalam kasus pornografi. "Dia melanggar Pasal 282 KUHP," kata Munarman. Pasal ini mengatur masalah penyiaran yang melanggar kesusilaan.
Tak cukup dengan kata-kata, FPI akan menggelar aksi demo Jumat mendatang. "Jumpa pers soal demo ini, besok Kamis," kata dia. "Jika kejaksaan tidak bergerak, kami yang akan mengejar (Erwin)."
Selain itu, Munarman pun menegaskan pengajuan peninjauan kembali (PK) tidak menghambat eksekusi dari putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap.
Di tingkat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Erwin sempat dituntut dua tahun penjara oleh jaksa. Namun, dalam sidang April 2007 itu, Majelis hakim yang diketuai Erfan Basuning menolak dakwaan dan tuntutan jaksa. Erwin pun bebas di tingkat ini.
Dalam dakwaan, jaksa menilai Erwin melanggar Pasal 282 KUHP tentang kesopanan dan kesusilaan dengan ancaman pidana selama 2 tahun.
Namun di tingkat kasasi, Erwin dinyatakan bersalah dan mendapat vonis dua tahun penjara. (umi)
Teruskan perjuangan Mu... Wahai Kekasih Allah...(FPI) Biarkan mereka bicara atau menghujat... Indonesia ini milik Allah dan tegakkan hukum2 Allah agar kita semua tentram.. Amin..
kenapa sih kalau dah berhubungan dengan FPI pada sewot, keliatan banget tuh subjektifnya....menurut gue apa yg diperjuangkan FPI adalah kebenaran bukan atas nama nafsu...( kesenangan }tapi ril untuk moral bangsa ini...coba direnungkan kembali dengan hati.
playboy indonesia gak porno koq, ane baca2 setiap edisinya dari sampul depan ampe belakang...suerrrr, tapi jargonnya harus ditambahi dulu...-Playboy Indonesia bacaan khusus yang berhati dan pikiran bersih- gitu...jadi yg punya otak ngeres g boleh baca...
knp playboy trus? Buatan Indonesia ky Popular, lampu merah, lampu hijau isinya malah lebih2 dari playboy?? atau FPI kurang puas sm gambar di playboy? klo ga puas ya pesen yg kluaran sananya aja.. mreka terbit jg menyesuaikan kondisi dsini ga sm ky dsana..