VIVAnews - Peredaran uang palsu di masyarakat meningkat tajam menjelang Lebaran. Oleh sebab itu, Polri dan Bank Indonesia (BI) membentuk Satuan Tugas (satgas) untuk memerangi peredaran uang palsu yang marak menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Kita sudah koordinasi dengan salah satu deputi BI, dan beliau katakan akan segera bentuk satgas bersama-sama Polri untuk menyosialisasikan dan melakukan penindakan peredaran uang palsu," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2010.
Polri menilai peredaran uang palsu menjelang lebaran ini sudah luar biasa tinggi. Modus penyebaran itu antara lain dilakukan dengan menyelipkan uang palsu diantara uang asli saat melakukan transaksi.
"Di Jambi, Klaten, dan Jabar yang berhasil diungkap itu baru sebagian kecil. Polri sangat yakin masih ada tempat-tempat lain yang jadi pusatnya," kata dia.
Menurut dia, sasaran yang mudah bagi para pelaku untuk mengedarkan uang palsu adalah masyarakat kecil. Untuk itu, Polri meminta masyarakat berhati-hati dan teliti dalam melakukan setiap transaksi.
"Kami imbau agar lebih berhati-hati kita menerima uang, apalagi di warung-warung. Sasaran mereka orang-orang kecil yang transaksinya cepat, seperti membeli rokok," kata dia.