VIVAnews - Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Baasyir ditangkap satuan Detasemen Khusus Antiteror 88.
Seperti dikabarkan tvOne, Baasyir ditangkap Senin 9 Agustus 2010 pagi.
Abu Bakar Baasyir ditangkap di Ciamis, Jawa Barat.
Dikonfirmasi, anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Kholid mengaku belum tahu soal penangkapan Baasyir.
"Saya belum tahu soal itu, Anda tahu dari mana?," kata Ahmad Kholid ketika dihubungi VIVAnews, Senin pagi.
Senada, anggota TPM, Mirzen, mengatakan ia baru mendapat informasi dari televisi. "Saya sedang mencoba mengontak Mahendradatta dan Achmad Michdan untuk mendapatkan informasi yang lengkap."
Menurut informasi yang ia kumpulkan, penangkapan terjadi saat Baasyir sedang memberikan pengajian.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Markas Besar Kepolisian.
si ABB memang pantas dipenjara, seenak udel ngatain orang lain murtad atau kafir hanya karena beda pandangan dari dia.
cocok dia di sel tahanan biar bisa merenungi makna hidup dia yang sengaja bikin musuh dimana.
polisi bisa nya cuman nangkap orang yang di tuduh teroris tua sekelas abu bakar basyir .....nangkep koruptor mah gak bisa lantaran sma sama makan duit nya kali iah alias dapet jatahan dari sang korup
duh negaraku ni kasihan banget. . .
gara2 ekonomi jeblok jd banyak penyakit muncul, teroris lah, krisis kepercayaan terhadap pemerintah, n yang lebih parah NASIONALISME dalam lingkup sebagai NKRI yang terdiri dari perbedaan Suku, Agama, Ras mulai hancur..
ok teroris di tangkap...jangan dimainin...tangkap lepas tangkap lepas...tapi kasus century juga jangan ditenggelamkan....demikian juga korupsi dan kasus internalnya sendiri soal sejumlah rekening...jangan tebang pilih.
Apaan lagi negara ini, Ingat mati bos ingatr ramadan, jgn menuduh saudarnya sendiri istighfar bos kalau memng Basyir yang jadi awalnya kenapa nggak dari dulu !!!!!!Ingat anak cucu !!!!mudah-mudahan pemerintahan ini menmpatkan lindungan Allah amin...
Saya kira Densus 88 tdk mungkin salah dalam bertindak ttg teroris. Kita tahu Abubakar Ba'asyir dari dulu selalu mendukung terorisme. Toh memang dia bukan org Indonesia. Sikat aja tuh biang kerok satu.