Nasional

Di Yogya, 40 Tabung Elpiji 3 Kg Rusak/Hari

Solusinya tabung yang rusak akan diganti oleh Pertamina setiap harinya.

Rabu, 4 Agustus 2010, 13:09 WIB
Amril Amarullah
Pekerja sedang menyusun tabung gas 3 Kg di salah satu pabrik, di Tangerang. (Antara/Ismar Patrizki)

VIVAnews - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar sidak di Stasiun Pengisian dan Pendistribusian Bulak Elpiji (SPPBE), Rabu 4 Agustus 2010.

Di lokasi tersebut, Disperindagkop menemukan adanya kerusakan tabung gas elpiji 3 kilogram sebanyak 30 hingga 40 tabung perharinya.

"Kami menemukan kerusakan tabung gas elpiji 3 kilogram perharinya mencapai kisaran 30 hingga 40 tabung," kata Trisaktiana, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, menurutnya, tabung rusak yang ditemukan ini sudah lama terjadi di Yogyakarta, sebelum maraknya pemberitaan soal ledakan gas elpiji di sejumlah wilayah Indonesia.

"Ini sudah lama sekali terjadi, dan solusinya tabung yang rusak akan diganti oleh Pertamina setiap harinya," jelasnya.

Meski demikian, pasokan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bantul tidak ada pengurangan, justru terjadi kelangkaan tabung gas 3 kilogram, karena program rayonisasi dan program itu belum berjalan sempurna.

Ditambah lagi, banyak pengguna tabung gas 12 kilogram yang beralih ke 3 kilogram, menyebabkan permintaan tabung gas 3 kilogram meningkat.

"Kami berharap warga yang menggunakan tabung gas 12 kilogram tidak menyerobot hak warga yang menggunakan tabung gas 3 kilogram," tuturnya. (hs)

Laporan: KDW | Yogyakarta



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ