Nasional

Ketua DPR: Kok Rumah Aspirasi DPD Tak Dikecam

Dana Rumah Aspirasi di DPD lebih besar, kata Marzuki. Padahal DPD hanya empat per provinsi

Rabu, 4 Agustus 2010, 12:46 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Marzuki Alie (Demokrat) (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie lama-lama jengah karena Rumah Aspirasi DPR terus diributkan. Jengah karena program serupa di Dewan Perwakilan Daerah tidak pernah dimasalahkan.

"Kenapa hanya Rumah Aspirasi DPR saja yang diributkan? Kenapa Rumah Aspirasi DPD tak diributkan?" kata Marzuki dalam pesan tertulisnya kepada media, Rabu 4 Agustus 2010.

Sama seperti DPR, ujar Marzuki, DPD pun diamanatkan membangun Rumah Aspirasi berdasarkan UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). "Mereka justru sudah membangun dan ada yang hampir menyelesaikan pembangunan Rumah Aspirasi mereka di daerah-daerah," ujar Marzuki.

"Anggaran yang digunakan (DPD) pun jauh lebih besar dibanding anggaran untuk membangun Rumah Aspirasi DPR. Tapi, dengan dana triliunan rupiah yang mereka gunakan, kok tidak ada yang ribut ya? Padahal anggota DPD di setiap daerah hanya empat orang," kata Marzuki panjang lebar.

Secara terpisah, anggota DPR dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq menilai bahwa gagasan Rumah Aspirasi sebenarnya bagus. Bahkan menurutnya, sebagian anggota DPR sudah membangun Rumah Aspirasi versi mereka sendiri atas inisiatif pribadi, tanpa menggunakan anggaran negara.

"Sejauh ini sih kami belum pernah menerima penjelasan tentang konsep Rumah Aspirasi tersebut dari pimpinan DPR maupun BURT (Badan Urusan Rumah Tangga DPR)," kata Mahfudz dalam pesan singkatnya kepada media.

Apabila gagasan Rumah Aspirasi jadi direalisasikan, maka Mahfudz mengingatkan agar konsep yang diusung harus jelas terlebih dahulu. "Jangan setelah dibangun, anggaran habis, tapi rumahnya malah dibiarkan kosong-melompong tanpa aktivitas nyata," tuturnya.

Lembaga swadaya masyarakat, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, menyatakan dana Rumah Aspirasi ini membuat anggaran untuk penyerapan aspirasi masyarakat membengkak sampai Rp436 miliar untuk 2010 ini. Sebelumnya, DPR telah Rp324 miliar, kata Sekretaris Jenderal Fitra, Yuna Farhan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Jonggi Gempar Hutasoit
05/08/2010
Nah!!! ini baru jelas. Rakyat butuh suara2 jujur begini dari kader partai yang sedang menjadi Yang Terhormat Wakil Rakyat....... Ketahuanlah sekarang siapa sebenernya mereka ini di DPR...........yang membawa dan memperjuangkan aspirasi partainya!!!!
Balas   • Laporkan
rezajaparis
04/08/2010
mengapa kalian tidak sadar2 juga jadi wakil rakyat kalau kalian tidak ada fungsinya untuk rakyat tidak usah kalian jadi wakil rakyat bagusan jadi wakil para koruptor yg semata-mata mementingkan pribadi saja, belum nampak kerja kalian yang nyata dan mana
Balas   • Laporkan
lia
04/08/2010
ayo.. mari ramai2 mengeruk keuangan dan kekayaan negara... tak perlu fikirkan rakyat kecil yg tak berguna, fikirkan saja keturunanmu dan golonganmu...puihhh
Balas   • Laporkan
yohanes timo
04/08/2010
dimanakah aspirasi yg anda jalankan pd saat kampanye jd anggota dewan, nah disitu saja anda lakukan jng pakai uang negara yg nota bene uang rakyat atau memang sdh menjadi karakter anggota dewan yg terpilih selalu mencari jalan untuk menghabiskannya ,
Balas   • Laporkan
yudi
04/08/2010
kalo masalah rumah aja,pada sirik antara DPR dan DPD...sekarang buka suara.kalo masalah lain yang jelas2 kalian yang menghamburkan uang...pada diem!pajak yg saya bayar kalian makan semua!semoga gak manfaat buat hidup kalian!
Balas   • Laporkan
baswid1977
04/08/2010
DPR=kumpulan orang2 yang tidak punya malu
Balas   • Laporkan
hendra
04/08/2010
ada aja cara anggota dewan menyiasati habiskan uang negara agar tidak terlihat korupsi,
Balas   • Laporkan
h.ofamustofa
04/08/2010
oh wakilku..janganlah terlampau kemaruk..kasian rakyat masih banyak yg susah hidup bulanan, mingguan bahkan harian...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ