Nasional

Efek Badai Matahari Bagi Bumi

Badai terjadi ketika ada ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Rabu, 4 Agustus 2010, 06:34 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Foto letupan matahari yang diambil dari satelit NASA (AP Photo/NASA)

VIVAnews - Ancaman 'tsunami matahari' yang sempat ramai diberitakan terhadap bumi nihil. Tidak ada tsunami atau badai matahari pada Selasa, 3 Agustus 2010.

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan.

Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi.

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.

Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.

Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik.

Ancaman badai matahari yang berpotensi menghantam bumi pada 2012 inilah yang sempat menguatkan mitos mengenai akhir dunia atau kiamat pada 2010. Sebuah mitos yang tak cukup bukti ilmiah untuk dipercaya. (umi)

 

Baca juga: Tiga Miliuner Cantik Putus Sekolah



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rendi
07/08/2011
BERSYUKUR AJA LAH KARENA ITU SEMUA TIDAK TERJADI, DAN BERDOA SAJALAH SEMOGA BADAI MATAHARI TIDAK AKAN PERNAH TERJADI DAN MERUGIKAN UMAT MANUSIA DI BUMI, INIMAH ORANG KAYAKNYA PENGEN BANGET TERJADI BADAI MATAHARI, PAKE NGOMONG KIAMATLAH ITULAH BIKIN GEGER
Balas   • Laporkan
dinda
29/10/2010
allah maha besar
Balas   • Laporkan
arko
28/10/2010
mari kita baca al-qur'an beserta maknanya??? supaya hiduyp kita tenang
Balas   • Laporkan
Dedi
20/10/2010
Allah Maha Besar,Maha Tahu, dan Maha segala-galanya,.,detik ini juga jika Allah inginkan pasti terjadi,.ini peringatan sadja kepada manusia,.agar mereka kembali kejalan_Nya.
Balas   • Laporkan
henny a goni
20/10/2010
Tuhan datang seperti pencuri di mlm hari, Tiada seorang pun yg tahu. berjaga n berdoalah, krn waktunya pasti dtg.
Balas   • Laporkan
ita
20/10/2010
klu emang udah wktu.a mw gmana lagiii.. banyak2 lah beramal... karna semua manusia akan kembali pada penciptanya!!
Balas   • Laporkan
Suci
12/10/2010
harus lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt malaikat aja ga bisa memprediksikan kpn hari kiamat, apa lagi manusia.
Balas   • Laporkan
zetta
08/10/2010
KIAMAT itu tergantung manusianya jga,..klo akhlak n tgkh lakunya ky gini trus mgkin jg lebih cepet dtgnya,..
Balas   • Laporkan
Lela Fitriani
07/10/2010
wallohu allam hanya Allah yang tau
Balas   • Laporkan
Jonny
07/09/2010
Nggk ada yg bisa memprediksi hari kiamat.. aku percaya yg mustahil bagi kita manusia nggk mustahil bagi Tuhan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ