VIVAnews - Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum dan Polri diimbau segera melakukan klarifikasi isu perpecahan. Karena, keributan berkepanjangan ini justru membuat mafia hukum menjadi senang.
"Dengan Satgas-Polri ribut ini, yang senang itu mafia hukum," kata Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR Tjatur Sapto Edy usai diskusi Polemik Trijaya FM di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 31 Juli 2010.
Menurut Tjatur, masalah ini harus segera dituntaskan. Baik itu dari Sekretaris Satgas Denny Indrayana atau dari Kepolisian RI.
"Dari Denny ketemu saja dengan Polri. Jadi, saya berharap jangan saling menuduh," kata anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI ini.
Tjatur menilai, setiap lembaga itu memiliki kewenangan masing-masing. Dan yang perlu ditekankan adalah jangan kerap mengedepankan prasangka buruk terhadap lembaga lain.
"Karena semua lembaga itu memiliki tujuan baik saat didirikan. Sekarang, tinggal bagaimana koordinasi antar-lembaga itu saja. Harus ada," ujarnya.
Kemarin, Polri tidak membantah bahwa Inspektur Jenderal Herman Effendi mengajukan pengunduran diri dari Satgas. Pengunduran itu lantaran adanya perbedaan pendapat antara Herman dengan Denny Indrayana.
"Karena ketidaksepahaman soal laporan satu masalah dengan Denny. Karena tidak sepaham itu keluar kata-kata 'Kalau Anda tidak sepaham, anda mafia dong'," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang kemarin.
Rencana pengunduran diri Herman itu disesalkan anggota satgas yang lain, Yunus Husein. Menurut Yunus, Herman sangat diperlukan di Satgas Mafia. (umi)