Nasional

PM Australia Dukung 'Ratu Mariyuana' Corby

PM Gillard mengaku prihatin dengan kondisi 'Ratu Mariyuana' yang depresi itu.

Jum'at, 30 Juli 2010, 03:14 WIB
Elin Yunita Kristanti
Schapelle Leigh Corby ditemani sipir LP Kerobokan (VIVAnews/Wima Saraswati)

VIVAnews - Perdana Menteri Australia, Julia Gillard menyatakan dukungannya pada Schapelle Corby -- agar terpidana kasus penyelundupan narkoba itu bisa bebas lebih awal dari vonis yang diterimanya, 20 tahun.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan jadi penentu nasib Corby dalam beberapa minggu ke depan, melalui mekanisme grasi.

Sumber Mahkamah Agung yang dikutip beberapa media Australia menyebut, lembaga peradilan tertinggi itu memberi masukan agar presiden memberi Corby pengampunan dan mengurangi masa hukumannya.

PM Gillard mengaku prihatin dengan kondisi 'Ratu Mariyuana' itu di dalam Lapas Kerobokan.

"Saya mendukung, pemerintah Australia mendukungnya [Corby] agar mendapatkan grasi," kata Gillard di Melbourne, seperti dimuat situs berita Australia, The Age, Kamis 29 Juli 2010.

"Jelas, kami ingin permohonannya didengar dan dipertimbangkan dengan penuh simpati," tambah Bu Perdana Menteri.

Corby (33) baru menjalani enam tahun dari masa hukumannya yang 20 tahun. Dia divonis karena menyelundupkan 4,1 kilogram mariyuana di tas papan selancar ke Bali pada Oktober 2004.

Pihak Corby telah mengajukan grasi awal tahun ini -- alasannya, dia mengalami depresi yang 'bisa membahayakan jiwanya'.

Namun, untuk mendapatkan pengampunan, Corby harus mengakui kesalahannya. Masalahnya, "dia selalu mengatakan tidak bersalah, sampai sekarang pun demikian," kata pengacaranya, Iskandar Nawing.

Corby berdalih mariyuana di dalam tasnya diletakkan oleh seseorang. Dia mengaku menjadi kurir tanpa disengaja.

****

Corby dinyatakan mengalami gangguan mental oleh ahli kejiwaan asal Australia, Jonathan Phillips.  Dia mengatakan Corby mungkin tak akan genap menjalani 20 tahun masa penahanannya. Kata dia, kondisi kejiwaan Corby seperti 'bergantung di benang tipis'.

"Dia terjebak dalam dunia yang membingungkan, dimana fantasi, halusinasi, dan ide-ide aneh mendominasi pikirannya," kata Phillips seperti dikutip laman Sydney Morning Herald, Senin 24 Agustus 2009.

Namun, pendapat Phillips tak diamini dokter jiwa Lapas Kerobokan, Dr Agus Hartawan. Kondisi kejiwaan Corby, kata dia, baik-baik saja. "Melihat dari aktivitas kesehariannya, dia baik-baik saja," kata Agus Hartawan seperti dimuat laman News.com.au, Rabu 26 Agustus 2009.

Sebelumnya, seperti dimuat Daily Telegraph, Selasa 4 Agustus 2009, Corby memanjat menara air di dekat selnya di Penjara Kerobokan Bali. Setelah dibujuk, baru perempuan asal Australia itu mau turun.

Pada Juni 2009, Corby harus menghabiskan 1,5 minggu di Rumah Sakit Polri Trijata, Denpasar, karena menderita tekanan mental. Di rumah sakit dia terlihat menggendong boneka dan tidur-tiduran di atas lantai. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
tikus
28/08/2010
Omong kosong! Di Singapura, kurir narkoba juga langsung dihukum mati! Australia ga pernah obyektif, wong, keluarga Corby sudah terbukti di pengadilan Australia semuanya memang bisnis narkoba (ayah dan saudara-saudaranya). Ayo, jangan di-DIKTE sama bule!
Balas   • Laporkan
suga
30/07/2010
wni aja susah dpt grasi, ini bule ....
Balas   • Laporkan
sandi
30/07/2010
Ah...kamuflase penjahat ya spt itu. Jgn mau tunduk sama asing
Balas   • Laporkan
nugelo2
30/07/2010
ngapain di kasih grasi jelas2 corby bersalah menyelundupkan mariyuana kalo corby bertingkah aneh mungkin cuman akal2an dia ama dokter dari australia biar dpt grasi keputusan pengadilan harus dijalankan..itu mutlak.. gk inget apa ama nelayan kita yg ditang
Balas   • Laporkan
Grand
30/07/2010
jk mmg kenyataannya dmkian, bhw Corby ini tdr2an dilantai, gendong boneka, manjat2 menara air dan msh dibilang "baik2 saja" oleh dokter lapas.. mungkin dokternya dulu nyotek waktu ujian ato.. katrolan nilainya.. wkwkwkw....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ