Nasional

SBY Kurangi Kunjungan Dinas Luar Negeri

"Washington DC, Wapres yang hadir. Pertemuan di Teheran saya utus Menteri Perindustrian."

Kamis, 29 Juli 2010, 17:52 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik biaya perjalanan dinas yang digunakan pejabat ke daerah dan luar negeri. SBY pun memberi contoh, dirinya sudah mengurangi kunjungan dinas resmi ke luar negeri.

"Ada tiga pertemuan puncak yang tidak saya hadiri. Dan ini juga tidak banyak terjadi karena semua kepala negara hadir," kata Presiden SBY saat sambutan pembukaan rapat sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 29 Juli 2010. 

Tiga pertemuan puncak yang tidak dihadiri SBY langsung yakni, pertemuan Nuclear Security di Washington DC, Amerika Serikat, Pertemuan Puncak G15 di Teheran, Iran, dan pertemuan ekonomi di Nigeria.

"Untuk di Washington DC, Wapres yang hadir. Pertemuan di Teheran saya utus Menteri Perindustrian, dan pertemuan di Nigeria, yang hadir Menko Perekonomian," SBY menjelaskan.

Padahal, kata SBY, kewajiban Presiden untuk hadir dalam pertemuan puncak acara konferensi internasional justru bertambah. Dulu, SBY dua kali menghadiri acara konferensi tingkat tinggi setiap tahunnya.

"Kalau dulu, sekali ASEAN Summit, sekali APEC Summit. Dua kali. Sekarang yang wajib menjadi lima," ujar SBY.

Lima ajang konferensi tingkat tinggi yang kini wajib dihadiri kepala negara yakni puncak ASEAN Summit, termasuk East Asia Summit, satu pertemuan APEC Summit, dan dua kali acara puncak G20. (umi)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ