Nasional

SBY: Dana Dinas Dilarang untuk Pribadi

Kunjungan Presiden ke daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah.

Kamis, 29 Juli 2010, 17:05 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
  (Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritik biaya perjalanan dinas pejabat ke daerah maupun ke luar negeri. SBY juga mengkritik penggunaan dana perjalanan dinas negara untuk kepentingan pribadi.

"Tidak boleh ada anggaran negara untuk beli pakaian macam-macam yang betul-betul pribadi," kata Presiden SBY saat sambutan pembukaan rapat sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.

Menurut SBY, bila dana negara digunakan untuk kepentingan pribadi jumlahnya bisa sangat besar. Pembicaraan anggaran negara dalam kunjungan ke daerah dan luar negeri juga sempat dibahas di Komisi II Bidang Pemerintahan DPR.

"Kemarin di Komisi II diangkat dan ini relevan untuk saudara semua. Dikatakan, kunjungan Presiden ke daerah, rombongannya juga, membebani daerah dari segi anggaran. No!" bantah SBY.

SBY mempertegas, kunjungan Presiden ke daerah sama sekali tidak menggunakan anggaran daerah. Tapi dari anggaran Kepresidenan sendiri. Maka itu, SBY menekankan semua pejabat pusat untuk menggunakan dana sendiri bila ingin berkunjung ke daerah.

Begitu juga dengan kunjungan ke luar negeri. "Jangan sekali-kali meminta anggaran Duta Besar. Ini resmi. Gunakan anggaran sendiri. Duta Besar punya anggaran untuk kegiatan yang sudah direncanakan," tegas SBY.

Ada satu hal lagi yang dikeluhkan banyak pihak kepada SBY. Yakni khusus untuk kegiatan-kegiatan di luar negeri. SBY menerima keluhan banyaknya pembatalan sepihak berbagai acara di luar negeri.

"Saya menyerukan kepada lembaga negara manapun ketika berkunjung ke luar negeri tolong dijaga keprotokolannya. Tolong jaga etika diplomasi. Dengan demikian tidak merepotkan kedutaan-kedutaan besar kita," SBY mengingatkan. (hs)

• VIVAnews
Rating
Komentar
mbalelo
29/07/2010
plat merah jelas... kalo mobil dinas plat hitam dibawa ke puncak hari minggu sapa yang tau pak presiden ??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ