VIVAnews - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan kerjasama dengan Kepolisian Diraja Malaysia dalam memberantas nerkotika. Penyelundupan narkotika di kedua negara sudah mencapai tingkat mencemaskan akibat imbas dari kawasan The Golden Triangle.
Karena imbas dari kawasan "tak bertuan" itu, Indonesia maupun Malaysia berupaya membahas soal jalur narkoba dengan melibatkan negara ketiga di Asia.
"Pertemuan ini dapat ditingkatkan menjadi kerjasama tiga negara. Negara Asia lainnya, Thailand juga termasuk salah satu jalur narkotika yang patut diwaspadai," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polri Komjen Pol, Ito Sumardi di Hotel Horison, Bandung, Rabu 28 Juli 2010.
Dengan demikian, tidak ada lagi celah bagi pengedar menggunakan jalur gelap dalam menyelundupkan narkoba, baik dari Malaysia, Indonesia maupun Thailand.
The Golden Triangle adalah wilayah dengan luas 950 ribu kilometer per segi, meliputi pegunungan di empat negara Asia Tenggara: Burma, Vietnam, Laos dan Thailand.
Sejak 1920, kawasan ini menjadi produsen opium terbesar di Asia. Thailand menjadi penting, karena wilayahnya bersimpangan dengan Burma dan Laos, melalui sungai Mekong dan Ruak.
"Ke depan pertemuan akan ditingkatkan tidak hanya dengan Malaysia, tetapi melibatkan Bangkok. Biasanya tiga negara ini (Indonesia, Malaysia dan Thailand) termasuk yang terkena imbas dari The Golden Triangle," ungkapnya.(np)
Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung