VIVAnews – Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian, Komisaris Jenderal Ito Sumardi, menegaskan kematian Kepala Biro Kompas Kalimantan Muhammad Syaifullah pada Senin, 26 Juli 2010, lalu murni karena sakit. Hal tersebut terungkap dari hasil penyelidikan forensik polisi yang juga melibatkan dokter diutus Kompas.
“Kan sudah dilakukan autopsi dan hasil rekap medis. Dari hasil autopsi didapatkan pecahan pembuluh darah,” ujar Komjen Pol Ito Sumardi kepada wartawan di Hotel Horison, Bandung, Kamis, 28 Juli 2010.
Menurut Ito, polisi telah melakukan penyelidikan forensik yang juga melibatkan dokter dari Kompas. Hasil autopsi kematian wartawan Kompas murni karena sakit. Ia berharap sudah tidak ada lagi informasi simpang siur mengenai kasus kematian wartawan Kompas.
“Jadi ini murni karena sakit. Saya harap tidak ada lagi informasi simpang siur mengenai kasus kematian wartawan kompas,” ujarnya.
Muhammad Syaifullah, Kepala Biro Harian Kompas di Balikpapan, Kalimatan Timur, ditemukan warga dalam keadaan tewas, Senin, 26 Juli 2010 pagi. Syaifullah ditemukan tewas di rumah dinasnya di Balikpapan, dalam kondisi mulut berbusa dan wajahnya lebam.
Laporan Iwan Kurniawan | Bandung