Nasional

Alasan Kalimantan Ideal Jadi Ibukota Negara

Saatnya parlemen memutuskan untuk membangun sebuah kawasan baru untuk Ibukota.

Senin, 26 Juli 2010, 13:34 WIB
Heri Susanto, Arfi Bambani Amri
peta wilayah Indonesia yang berpotensi rawan gempa (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Macet, semrawut, penuh sesak, fungsi menumpuk, juga langganan kena goyangan gempa sudah identik dengan Jakarta. Beragam keluhan kerap menyapa ibukota Negara Indonesia tersebut.

Di tengah keluhan yang tak pernah surut tersebut, wacana memindahkan ibukota kembali muncul. Kali ini datang dari Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi Pemerintahan, Teguh Juwarno. Ia kembali menggulirkan wacana pemindahan ibukota dari Jakarta ke wilayah tengah Indonesia, yakni di Pulau Kalimantan.

"Itu kan gagasan sudah lama," kata Teguh kepada VIVAnews.com, Senin, 26 Juli 2010.

Dia mengungkapkan Jakarta, sudah menjadi beban berat bagi Indonesia. Kemacetan sudah semakin parah, bahkan telah menimbulkan kerugian Rp17,2 triliun per tahun. Bahkan, iring-iringan mobil pejabat negara sering dikecam karena menambah kemacetan. Selain itu, Jakarta sudah memiliki fungsi yang menumpuk, seperti kota jasa keuangan, perdagangan dan pemerintah sekaligus.

Belum lagi, soal Jakarta yang rawan gempa karena posisinya berdekatan dengan pesisir selatan dan barat Pulau Jawa. Wilayah ini sering menjadi langganan gempa karena berada di wilayah dekat perbatasan antar lempeng besar yang mudah bertubrukan, yakni lempeng Australia dan lempeng India bertubrukan dengan lempeng Sunda.

Wilayah sekitar lempeng ini secara seismic sangat aktif sehingga sering gempa. Wilayah yang dimaksud adalah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda, Maluku dan Papua seperti terungkap dalam peta zona gempa Indonesia yang didasarkan pada sejarah gempa negeri ini.

Sekjen Partai Gerakan Indonesia Raya, Ahmad Muzani, juga menilai kawasan yang paling cocok adalah di Pulau Kalimantan. "Jadi menurut saya, wacana ini sudah terlalu lama dan sudah terlalu sering, dalam setiap rezim kepresidenan ini selalu diwacanakan," katanya di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 26 Juli 2010.

Menurut Muzani, saatnya parlemen memutuskan untuk membangun sebuah kawasan baru untuk Ibukota. "Yang paling ideal memang Kalimantan."

Kenapa Kalimantan?

Dari sisi lokasi, menurut Teguh Juwarno, Kalimantan cukup strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Kedua, menurut Peta Gempa 2010, Kalimantan juga termasuk wilayah yang paling aman dari zona gempa. Para ahli gempa juga kerap mengungkapkan Kalimantan menjadi wilayah paling aman dari gempa karena pulau besar ini jauh dari wilayah tumbukan lempeng besar, serta jauh dari ring gunung berapi yang memanjang dari Sumatra, Jawa, Bali dan seterusnya.

Ketiga, kepentingan pemerataan pembangunan di luar Jawa. "Jakarta biar menjadi pusat bisnis," kata Muzani.

Keempat, Kalimantan kini tengah sibuk membangun berbagai prasarana infrastruktur. Seperti jalur kereta api, jalan raya lintas Kalimantan yang akan berdampak bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di pulau tersebut.

Muzani menyebut, sejumlah negara lain juga sudah memindahkan ibukota negara mereka ke lokasi lain. Contohnya, Pakistan memindahkan Ibukota ke Islamabad, Arab Saudi dari Jeddah ke Riyadh, Australia dari Sydney ke Canberra, Malaysia pindah ke Putrajaya, dan Afrika Selatan pindah dari Capetown ke Johannesburg.

"Jadi banyak yang berhasil kan. Nah, kita berhasil mewacanakan, belum berhasil melaksanakan," kata Muzani.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
saronto
03/08/2010
kalimantan kelihatannya paling cocok berdasarkan berbagai segi pandang, tapi yang perlu digaris bawahi jangan hanya mikirin Jabatan dan partainya melulu trus melupakan kepentingan rakyat. coba saudara ingat kembali sekarang banyak rakyat susah, ingat azab
Balas   • Laporkan
peterz
02/08/2010
ya sabar dulu lah jgn buru2 menjadikan wacana itu sebagai pembius otak kita, harus nya kita benahin dulu ibu kota kita jkt biar ga terbengkalai gitu...
Balas   • Laporkan
prapta
01/08/2010
sebuah wacana yg bagus, n menjadi pelopor sejarah baru utk indonesia. buat sejarah baru agar INDONESIA bisa lebih maju, sejahtera, berkembang, bahkan maju dengan negara2 sahabat.
Balas   • Laporkan
tri abiyasa
31/07/2010
Ibu Kota ngga usah dirumit-rumitin. Yg penting germana caranya agar kita tuh sejahtera n bangga jadi WNI. Solusinya: Jadikan semua Kota Provinsi jadi Pusat Kementerian RI. Misal: Papua=Kehutanan, Maluku=Kelautan, Balikpapan=Pertambangan, Bali=Pariwisata
Balas   • Laporkan
tri murtiyoso
30/07/2010
Kalimantan mm bisa menjadi pilihan Pusat Pemerintahan yg tepat untuk menata Bangsa ini. Yakinlah, jika stabilitas keamanan, ekonomi, politik dan KEMACETAN di Jalan teratasi. Insya Allah Negeri ini Sukses, Bangsa ini terhormat.
Balas   • Laporkan
Musi
30/07/2010
Kl kita semua ingn maju mmg harus berani berpikir 'out of the box'. Canberra, Washington, adlh kota pusat pemerintahn yg tenang, cantik, tertib, sedangkan Sydney-Melbourne, NY-LA, tetap mnjadi pusat denyut bisnis-nya. Mengapa Indonesia tdk mau belajar?
Balas   • Laporkan
ilo
30/07/2010
Bangun...bangun...sudah pagi.....jangan mimpi.....BTW berawal dari mimpi bisa jd kenyataan...klu SBY bisa buat rancangannya aja...hebuuuuaaaatttt duuueeeeccchhhhh
Balas   • Laporkan
SUDIONO
29/07/2010
Asal hukum adat yang melingkupi kalimantan selama ini tidak dilanggar dan keharmonisan tetap terjaga kami setuju...
Balas   • Laporkan
NBB
29/07/2010
Tenang, sodare2 sekalian... Itu cuman wacana doang
Balas   • Laporkan
riyanto
28/07/2010
Setujuuu....!!? Lanjutkan..!!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ