Nasional

Mahasiswa UGM Temukan Makanan Cegah Kanker

Sayangnya, masyarakat belum memanfaatkan itu sebagai makanan alernatif.

Rabu, 14 Juli 2010, 13:19 WIB
Amril Amarullah
Rumput Laut (doc Corbis)

VIVAnews - Tangan-tangan kreatif mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan makanan lezat terbuat dari ganggang yang hidup di karang-karang laut.

Ditangan Shinta Dewi, mahasiswa biologi ini juga, berhasil mengolah ganggang laut menjadi makanan yang berkhasiat mencegah penyakit kanker dan bio anti helmintika (obat cacing alami), setelah dilakukan penelitian dan uji coba.

Seperti yang dikatakan dosen biologi UGM Ludmila Fitri Untari, selain lezat rasanya, setelah dilakukan penelitian dan makanan ini berkhasiat tinggi untuk kesehatan, seperti mencegah penyakit kanker dan obat cacing alami.

"Tapi sayangnya, masyarakat belum memanfaatkan itu sebagai makanan alternatif. Di negara lain seperti di Jepang, China dan Filipina sudah digunakan sebagai salad sayur," kata Ludmila Fitri Untari kepada VIVAnews, Rabu 14 Juli 2010.

Saat ini, Shinta terus berupaya membudidayakan ganggang untuk diolah menjadi keripik dan dinamai kripik 'Ganggang Ulva'. Bahan dasar kripik ini dapat dijumpai di pantai selatan Jawa.

Bentuknya berupa lembaran yang berwarna hijau. Di Yogyakarta, ganggang ulva cukup melimpah dan banyak dijumpai di pantai Kukup, Grono, Sundak, Krakal dan Wediombo. Berawal dari kegiatan program kreativitas mahasiswa, Shinta bersama teman-temannya meneliti ganggang ini.

Mereka kemudian mengajak masyarakat nelayan yang hidup di sekitar pantai KUkup untuk mengolah ganging ulva menjadi kripik. Sesuai dengan namanya, kripik olahan ini pun dinamakan ‘kripik Ulva’.

"Kripik Ulva sebagai inovasi olahan makanan berupa kripik dengan bahan dasar ulva. Hal ini dilatar belakangi dari fakta inovasi yang telah dikembangkan oleh Negara Jepang, yang telah mengolah Ulva sebagai pembungkus makanan sejenis lemper," kata Shinta ditemui di sela-sela pameran penelitian 'Research Week' di Graha Sabha Pramana.

Berdasarkan hasil penelitian Shinta, kandungan gizi dari keripik ulva berupal mineral 2,59 persen, serat 11,5 persen, dan protein 4, 88 persen.
Pengolahan ganggang ulva jadi keripik dengan menggandeng kelompok usaha bersama masyarakat Forum Mitra Bahari yang berlokasi di areal pantai Kukup, kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul.

Pemanfaatan ganggang ulva tentunya memberikan tambahan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar pantai. Saat ini, untuk ganggang ulva mentah dijual Rp 20.000,00 per kg, sedangkan dalam bentuk keripik dijual Rp 60.000,00 per kg. "Untuk ukuran bungkusan kecil 40 gram, kita jual Rp 3.000,00," katanya. (hs)

Laporan: KDW | Yogyakarta

• VIVAnews
Rating
Komentar
rangga
02/08/2010
iya lebih spesifikasi yah infonya.. agar semua bisa dimengerti semua orang... hehe
Balas   • Laporkan
Hamzah
02/08/2010
lanjutkan....kembangkan.......semoga sukses........
Balas   • Laporkan
Agniii
17/07/2010
Proud of you!!! Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada Yogyakarta....walaupun beda fakultas tapi saya tetep bangga dan sangat mendukung kalian. Yeeeee......
Balas   • Laporkan
soni jordan samosir
14/07/2010
di kota medan kalau bisa dipasarkan dong panganannya
Balas   • Laporkan
inank
14/07/2010
jadi pengen nyobain. Di depok dah ada blum?......
Balas   • Laporkan
Made Nurbawa
14/07/2010
Salut...perlu dikembangkan terus dalam berbagai produk olahan.
Balas   • Laporkan
nenny heryani
14/07/2010
Bravo mba shinta,mudah2an ada penemuan lagi yg lbh baik,hayoo pemerintah dukung donk penemuannnya!!
Balas   • Laporkan
anditaqwa
14/07/2010
Mana info mencegah kankernya? kandungan atau efeknya terhadap kanker?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ