Nasional

Asrama Haji Dibangun Dekat Bandara Cengkareng

"Usulan ini bukan hanya untuk masyarakat Banten tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia."

Rabu, 30 Juni 2010, 17:02 WIB
Antique, Syahid Latif
  (Antara/ Asep Fathulrahman)

VIVAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengusulkan  pembangunan asrama haji di areal Bandara Soekarno-Hatta seluas 20 hektare (ha). Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemprov Banten meminta persetujuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Usulan ini bukan hanya untuk masyarakat Banten tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia," ujar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu 30 Juni 2010.

Menurut Atut, pertemuan dirinya dengan BUMN hari ini dilakuan untuk meminta persetujuan dari Bos BUMN tersebut untuk penggunaan areal seluas 20 ha. Pembangunan asrama haji memang direncanakan bakal dibangun di lahan milik PT Angka Pura II.

"Kami selama ini sudah sering mengirim surat ke Angkasa Pura, namun sampai sekarang belum ada keputusan karena harus memperoleh persetujuan dari Kementerian BUMN," kata dia.

Pemprov mengakui, pihaknya sudah mengantongi respon positif dari Kementerian Agama. Selanjutnya, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan.

Untuk menyukseskan program tersebut, Pemprov bahkan berani menganggarkan dana di APBD jika proyek memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat. Dengan demikian, pembangunan asrama diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun ini.

Atut menuturkan, pembangunan asrama haji dimaksudkan untuk mendekatkan para jemaah haji dengan pesawat yang akan mengangkut rombongan haji ke Saudi Arabia. Selain itu, pembangunan dekat Bandara juga akan mengatasi masalah kemacetan.

"Selama ini jemaah haji dari daerah lain datang ke asrama haji di Bekasi dan berangkat ke Bandara. Kalau terkonsentrasi dekat bandara udara tidak akan mengalami kemacetan menuju pesawat," ujar Atut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ayu
30/06/2010
Ga ada alasan lain ya ? Klo takut macet, berangkatnya lbih awal donk dari rumah. menurut saya itu bukan alasan intelek. coba klo pak guru bertanya kpd muridnya: Ayu, kenapa kamu telat?? Maaf Pak, tadi macet. Pak gurunya bilangin, saya za bisa nyampe cepa
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ