Nasional

Berita Video Porno, Media Harus Punya Etika

"Kepentingan bisnis dan idealis media tidak harus selalu saling menafikkan."

Rabu, 23 Juni 2010, 23:22 WIB
Eko Priliawito, Gestina Rachmawati
Cuplikan video mesum mirip Luna Maya dan Ariel  

VIVAnews - Pemberitaan mengenai video porno yang disinyalir mirip Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, semakin ramai di media massa. Headline pemberitaan tersebut bahkan mengalahkan kasus-kasus korupsi.

Panasnya persoalan video mirip Ariel akan mengarahkan masyarakat pada opini besar yang dibangun lewat media. Masyarakat yang muak dengan ketidakjelasan kondisi negara yang penuh dengan penipuan dan korupsi, mungkin seakan mendapat pengalihan perhatian lewat berita video porno tersebut. Kondisi tersebut membuat khawatir beberapa pihak.

"Kepentingan bisnis dan idealis media tidak harus selalu saling menafikkan. Dalam menarik pengiklan perhatikanlah kata etika," ujar Veven Wardhana dalam dialog publik bertema “Hipokrit: Negara, Media dan Masyarakat Dalam Melihat Persoalan Seksualitas” di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu 23 Juni 2010.

Aliansi Jurnalis Independen juga menyayangkan maraknya pemberitaan video tersebut. "Stasiun TV hanya mengejar rating sehingga sering menampilkan berita sensasional. Bayangkan saat ini dalam sehari, 14 jam diisi infotainment di seluruh TV nasional, bahkan setiap minggu 125 program," kata Andy Budiman, anggota Aliansi Jurnalis Independen.

Pemilihan wilayah publik dan privat dianggap kurang jelas dan kabur. Antara gosip dan fakta juga tak jelas batasannya. Terkait dengan hal itu, Idy Muzayyad dari KPI mengatakan, televisi seharusnya lebih cerdas dalam pemberitaan.

"Jangan karena kebebasan pers dan  semua fakta bisa ditampilkan. Konten televisi harus ditimbang implikasinya. Termasuk fakta seperti menampilkan potongan video Ariel-Luna itu fakta tapi perlu dilihat lagi implikasinya," kata Idy Muzzayad.

• VIVAnews
Rating
Komentar
bona
15/07/2010
Buad Insan Pers Seluruh Dunia...Jgn Selalu Menuntut Kebebasan Pers Saja..Tapi Harusnya Kalian Semua Tau Etika...Jgn Salahkan Ariel-Luna-Tari Kerna Video Mesum Mereka Beredar Byk Pemerkosaan, Atau Anak Kecil Yg Meniru Adegan Tersebut!@ Salahkan Etika Kalia
Balas   • Laporkan
ree sulivan
28/06/2010
semua yng kecil bisa besar kalau media yang memberitakan ,,,,,,,,,,,, apa nggak ada berita yg lain tentang rakyat yg miskin nggak makan,,,, lebih berjiwa sosial lah media perlu menkominfo beri pengarahan pada semua media,,, bagusnya yg mersah kan dan mem
Balas   • Laporkan
bambang hw
28/06/2010
Media adalah iklan gratis bagi video porno ini wajib ditindak juga... karena sudah mengiklankan secara gratis dan menarik orang agar mencari dan menonton... implikasinya jauh lebih besar dari videonya itu sendiri
Balas   • Laporkan
sour
28/06/2010
ya...........smuanya jangan terlalu diexpose,hormati juga privasi seseorang.pihak kepolisian saja memberi praduga tidak bersalah,akan tetapi media malah menghujat dengan kejamnya
Balas   • Laporkan
arif
28/06/2010
enak.........?ni apa ini semua disengaja
Balas   • Laporkan
tanhotaru
28/06/2010
Menurut q yg membuat masalah ini ampe heboh bgt ya media. Payah...demi keuntungan diri sndr selalu kebebasan pers yg dipake sbg senjata. Gara2 media yg selalu memberitakan belum lg ditambah narasi yg "hiperbola" bikin anak2 SD ato yg blm cukup umur jd iku
Balas   • Laporkan
ada-ada aja
28/06/2010
yah juga yah,, media ambil keuntungan ajja,,. aibnya orang kok di pake cari duit,. mau dibawa kemana bangsa ini.
Balas   • Laporkan
fern
28/06/2010
setuju ma yl..media ni kye seneng bgt mnari diatas pnderitaan aril,,egois bgt hny demi rating en materi,,cape deh,,gitu kok mrasa dah lbh baik dr aril??
Balas   • Laporkan
Bondeto Musolini
28/06/2010
Seharusnya pers juga 'ikut mencerdaskan kehidupan bangsa' dan bukan bukannya memberitakan secara tendensius secara bahasa dan cara pemberitaan meskipun mungkin berita itu benar. Bukankah hukum kita menganut 'praduga tak bersalah'? Tapi dari menkominfo, sa
Balas   • Laporkan
abot
27/06/2010
klo di pikir2 yg plg andil besar dlm penyebaran video tsb adalh media massa...krena hmpir tiap hr di beritain....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ