Nasional

Usai Olah TKP Densus 88 Pergi Menuju Jogya

Terlihat di antara mobil rombongan ada satu mobil jenazah dan satu mobil Dokkes Polri.

Rabu, 23 Juni 2010, 21:19 WIB
Eko Priliawito
Penyerbuan Polisi ke Tempat Teroris di Mojosongo, Solo (AP Photo)

VIVAnews - Setelah melakukan olah tempat kejadian dan identifikasi terhadap korban meninggal,  Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri langsung meninggalkan lokasi penggerebekan

Sekitar pukul 20.30 WIB, tim Densus 88 meninggalkan lokasi yang berada di Jalan Majapahit No 2, Cungkrungan, Belang Wetan, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, menuju kawasan Yogyakarta.

Dari pantauan VIVAnews, ada sekitar sepuluh mobil yang meninggalkan tempat kejadian. Terlihat di antara mobil rombongan ada satu mobil jenazah dan satu mobil Dokkes Polri.

Sementara dari mobil Toyota Avanza metalik terlihat ada satu orang yang duduk tanpa baju dengan tangan terbogol dan bagian kepalanya ditutupi perban.

Saat ini penjagaan mulai terlihat kendor, hanya sekitar lima polisi berseragam yang berada di depan rumah kos yang digerebek.

Setelah rombongan Densus pergi, terlihat puluhan warga mendatangi lokasi. Meski telah dibuka arus lalu lintas di jalan penghubung Solo dan Jogyakarta itu masih mengalami kemacetan.

Penggerebekan dilakukan Densus 88 Antiteror sekitar pukul 16.10 WIB. Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri datang dengan menggunakan satu mobil box Suzuki Carry, dua Toyota Innova, dua Toyota Avanza, dan satu mobil jenis sedan. Seluruh mobil berplat B.

Lima menit kemudian, penggerebekan dilakukan dan dimulai dengan lemparan bom asap ke arah rumah oleh petugas. Setelah itu kemudian terjadi aksi baku tembak.

Dikabarkan satu orang yang diduga teroris bernama Yulikarsono, tewas karena tertembak. Salah seorang yang diduga Abdullah Sonata juga ditangkap dalam keadaan hidup bersama dengan dua orang lainnya bernama Sogir dan Agus Mahmudi. Mereka adalah residivis pembuat bom Dubes Australia.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kepolisian Republik Indonesia terkait penggerebekan yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok teroris itu. Mengenai salah seorang yang diduga Abdullah Sonata juga belum dapat dipastikan.

Laporan: Fajar Sodik| Klaten

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau