VIVAnews - Hingga kini Kepolisian Republik Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai penggerebekan teroris di Klaten, Jawa Tengah, yang dikabarkan menewaskan Abdullah Sonata.
Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Marwoto kepada wartawan menyampaikan bahwa penggerebekan masih akan dipastikan.
"Kami cek terlebih dahulu," ujarnya, Rabu 23 Juni 2010.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Paul Piko, yang berada di lokasi kejadian saat penggerebekan berlangsung menyampaikan, bahwa kejadian itu sekitar pukul 16.30 WIB.
Tapi tidak ada warga yang tahu dengan pasti kapan polisi datang dan melakukan penggerebekan. Menurutnya, lokasi rumah yang menjadi target polisi jaraknya hanya sekitar 10 meter dari Pengadilan Negeri kelas 1B, Belang Wetan, Klaten, Jawa Tengah.
"Saya ingin lewat tidak boleh sama polisi. Jalan langsung ditutup dan warga langsung ramai," ujarnya.
Menurut kabar yang beredar, dalam rumah yang digerebek, ada sekitar tiga orang di dalamnya. Satu orang meninggal dunia karena tertembak.
Informasinya, tim Detasemen 88 menggerebek rumah teroris di kawasan Caringin, Klaten. Dikabarkan satu orang tewas dalam penggerebekan ini.
Lapoaran: Fajar Sodik| Klaten